Semoga Tidak Kelam

MENUTUP akhir tahun 2008 ini, Sumedang mulai disambut bencana alam. Banjir menjadi bencana rutin yang datang memasuki musim penghujan. Bencana ini datangnya lebih awal dari tahun sebelumnya. Biasanya bencana datang saat memasuki tahun baru.

Walaupun bencana rutin tapi seperti biasa, kita tak bisa cepat menanggulanginya. Korban menjadi terlantar dan pemerintahan hanya selesai ketika mengirimkan bantuan semata.

Bencana besar juga hadir dengan nama krisis ekonomi. Tapi walaupun kita beberapa kali mengalami krisis dan disebut krismon, krisis moneter. Tapi tetap saja menghadapi krisis ekonomi global seperti kita tak berdaya. Hanya tinggal menunggu waktu saja.

Sidang pembaca, meninggalkan tahun ini dan menyongsong tahun depan sungguh sangat berat sekali. Tapi kita tak boleh pesimis. Kita masih bisa bermimpi dan tentu saja harus bekerja keras.

Menjelang tutup tahun ini, DPRD juga menuntaskan beberapa tugas legislasi. Tiga buah raperda sudah dituntaskan dalam dua panitia khusus yang dibentuk.

Pansus I membahas tentang Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan pansus II membahas Perda tentang Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) dan Perda tentang Penyertaan Modal.

Khusus tentang SIAK, ada kenaikan biaya pembuatan dokumen kependudukan. Naiknya juga berlipat-lipat. Tapi khusus membuat KTP, KK dan akta kelahiran dibebaskan dari biaya. Pembebasan biaya diberikan kepada penduduk Sumedang yang membuat KTP pertama kalinya. Membuat perpanjangan KTP telah habis masa berlakunya, membuat KK yang pertama kalinya. Membuat perubahan KK karena ada kelahiran, kematian, pernikahaan dan atau perceraian serta membuat akta kelahiran pertama kalinya bagi anak dibawah usia 17 tahun dan belum pernah menikah. Diluar itu tetap harus bayar.

Namun yang patut mendapat apresiasi adalah adanya sanksi bagai pejabat yang memperlambat dalam pengurusan dokumen kependudukan. Masalah itu, kami kupas dalam Kiprah edisi akhir tahun ini.

Sidang pembaca, setiap akhir tahun Panggar DPRD dan TAPD juga sibuk membahas soal RAPBD 2009. Beberapa kali dilakukan penyelarasan karena anggaran 2009 itu mengalami defisit yang sungguh besar. Bahkan Ketua Panggar Edi Askhari menyebutkan, RAPBD 2009 merupakan anggaran paling kelam dalam sejarah pemerintahan Sumedang.

Karena mengalami krisis financial itu, Pemkab Sumedang juga mengajukan kenaikan tiga pajak daerah ke DPRD. Pajak yang dinaikan adalah, pajak penerangan jalan umum, hiburan dan reklame. Saat ini ketiga raperda pajak daerah itu sedang digodok.

Selamat tahun baru dan tetap bermimpilah. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: