Hidup Di Tengah Taman Hijau

Dimana bisa kita dapati, di Sumedang yang tercinta ini, sebuah taman luas dengan hijaunya dedaunan dan sejuknya hawa oksigen dari pepohonan yang tumbuh disekelilingnya?

TAMAN Kota alias Taman Endog? Luas bisa jadi, tapi bukankah disekelingnya terdapat sampah-sampah pasar yang ditumpuk begitu saja? Belum lagi pedagang kaki lima yang mengurangi fungsi taman itu.

Bagaimana dengan Alun-alun Sumedang? Pepohonan memang banyak, tapi fungsinya tidak terlalu mendukung untuk sebuah taman terbuka hijau yang juga berfungsi sebagai pengatur dan penyaring polusi dari karbondioksida. Begitu juga dengan dengan Alun-alun di lokasi kecamatan lainnya yang tidak jauh berbeda dengan alun-alun Sumedang. Lalu dimanakah bisa kita temui sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Sumedang?

Data yang ada, saat ini RTH di Sumedang baru mencapai 0,046 atau 4,90 hektare dari seluruh luas Sumedang sebanyak 15.220 hektare. Dengan kondisi ini, polusi yang bertebaran diudara akan sulit disaring.

Jadi kalau Anda pernah merasakan Sumedang menjadi sangat panas belakangan ini sangatlah wajar. Panas, gerah bahkan sumpek memang sangat dirasakan saat ini.

Agar polusi bisa dikurangi, udara sejuk, dan sumber mata air tetap terjaga, Sumedang akan membangun RTH setiap tahunnya. Upaya itu tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengan Daerah (RPJMD) Sumedang 2009-2013.

“Tahun 2013 nanti Sumedang harus memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 7 persen dari seluruh luas Sumedang,” kata Kasubid Pertamanan dan Pemakaman Badan Lingkungan Hidup (BPLH) Sumedang Ikbal Djamaluddin.

Untuk mencapai target tersebut, setiap tahunnya harus ada RTH sebanyak 1,39 hektare sehingga di tahun 2013 atau tahun terakhir RPJMD, target itu sudah bisa dipenuhi.

Sumedang saat ini baru mempunyai RTH dari kawasan Alun-alun saja. Sementara RTH di sepanjang jalan protokol hampir tidak ada kecuali taman kota. Kecuali itu, beberapa taman atau pohon-pohon hiasan yang ditanam di jalur trotoar dengan memanfaatkan lahan sisa bangunan.

“Kita kesulitan untuk membuat RTH karena tak ada lagi lahan yang dapat dijadikan RTH di sepanjang jalan protokol, kecuali kalau pemda mau membeli lahan perorangan dan nantinya akan dibuat RTH,” tutur Ikbal.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Ikbal, sangat sulit jika pada tahun 2013 nanti Sumedang memiliki RTH sebanyak 7 persen. Namun, masih ada harapan jika Tempat Pemakaman Umum (TPU) bisa termasuk kawasan RTH. “TPU menurut kajian dari pemprov bisa menjadi RTH jika memang tak ada lagi lahan kosong, namun kami belum pasti apakah di Sumedang bisa menetapkan hal tersebut atau tidak,” kata Ikbal.

“TPU bisa menjadi lahan hijau yang cocok untuk dinikmati udara segarnya, karena konsep penataannya hampir sama dengan taman, tentunya untuk menerapkan konsep RTH ini diperlukan banyak dana,” imbuhnya.

Selain TPU, sebenarnya RTH juga bisa didapat dari hutan lindung. Namun RTH hutan lindung lepas dari wewenang BPLH. Jika digabung RTH hutan lindung dan taman, Sumedang bisa memiliki RTH sebanyak 30 persen dari luas seluruh wilayah.

“Pemenuhan RTH 30 persen itu termasuk hutan lindung, namun BPLH hanya mengupayakan untuk taman-taman di kota saja,” kata Ikbal.

Target RTH tidak akan tercapai karena minimnya anggaran saat ini. Hal ini sudah tergambar dari kondisi sebelumnya. Seperti yang selama ini terjadi, dana untuk pertamanan sangat minim, sehingga kawasan pertamanan yang refresentatif pun tak tercapai. “Sudah lokasi untuk taman tak ada, dana pun masih menjadi kendala,” katanya.

Ketersediaan RTH dalam RPJMD ini sebenarnya sangat berguna bagi bagi lingkungan di Sumedang. Dengan suhu udara dan polusi di Sumedang yang sudah semakin meningkat, RTH akan menjadi solusinya. RTH dapat mengurangi pencemaran udara, mengubah gas karbondioksida, penahan dan penyaring partikel padat udara sehingga menjadi jernih dan aman dikonsumsi, dan sebagai sumber mata air. Jumlah penduduk Sumedang berserta seluruh ragam aktivitasnya memang sudah saatnya memiliki RTH agar lingkungan dan kesehatan masyarakat terjaga. RTH yang diimpikan ada di Sumedang sebagai wujud misi pembangunan yang tertera dalam RPJMD.

Vera Suciati

APAKAH Anda pernah merasakan Sumedang menjadi sangat panas belakangan ini. Panas, gerah bahkan sumpek memang sangat dirasakan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: