Mengajak Perempuan Berpolitik

KAUM perempuan yang ingin menjadi politisi kini peluangnya cukup besar untuk menjadi anggota legislatif. Selain keterwakilan kaum perempuan harus 30 persen, dalam UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu DPR, DPRD dan DPD, jumlah  dari nomor urut satu sampai empat, minimal di nomor urut tiga harus ada calon legislatif dari perempuan. Atau dikenal dengan istilah three in one.

            Beberapa partai saat memang sedang merekrut kader perempuan untuk menjadi politisi.     Untuk sampai pada kedudukan di legislatif, para perempuan tersebut harus memiliki kematangan dan kemantapan dalam bidang administrasi, sosial, dan politik. Kemampuan tersebut selain didapat di pendidikan formal juga bisa didapat dari sebuah organisasi. Terutama organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan. Namun kemudian masalah muncul karena tidak banyak perempuan yang tergabung dalam sebuah organisasi.

            Pengkaderan perempuan dalam sebuah organisasi dirasakan kurang. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kader perempuan yang sedikit di hampir setiap organisasi terutama organisasi kepemudaan. Sekarang ini kader perempuan mulai mendapatkan perhatian dan banyak organisasi kepemudaan (OKP) yang semakin menggalakan penjaringan kader perempuan.

            Sulitnya mencari kader perempuan dirasakan oleh sebagian besar organisasi kepemudaan di Kabupaten Sumedang. Seperti contohnya kondisi yang dialami oleh para pengurus Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Kabupaten Sumedang. Organisasi yang sempat vakum selama beberapa tahun dan mulai aktif lagi pada tahun 2006 ini memiliki sedikit jumlah kader perempuan.

            Saat ini anggota perempuan yang masuk dalam jajaran kepengurusan Fokusmaker berjumlah tiga orang dan  enam  kader perempuan lain yang baru bergabung dan belum masuk jajaran pengurus.

            Ketua Fokusmaker Sumedang Dadan Setiawan menyatakan, dalam sebuah organisasi kader perempuan sama pentingnya dengan kader laki-laki. Dari segi gender perempuan cenderung ingin menyamai laki-laki, kemudian laki-laki pasti tidak akan mau kalah oleh perempuan jadi keduanya akan saling berlomba untuk menciptakan prestasi masing-masing. “Setiap kader akan berusaha menunjukkan prestasinya dan akan tercipta persaingan yang sehat,” katanya.

            Kesulitan penjaringan kader perempuan disebabkan oleh masih kurangnya kesadaran berorganisasi yang dimiliki oleh perempuan terutama mahasiswi Sumedang. Dari beberapa mahasiswi yang ditemui, mereka mengaku bahwa organisasi kepemudaan cenderung membosankan.

            Suzzan, misalnya, ia yang enggan bergabung dalam organisasi kepemudaan, walaupun banyak teman-temannya yang bergabung dalam berbagai organisasi. “Saya belum tertarik untuk bergabung dalam organisasi, karena terlalu serius dan tidak menyenangkan,” katanya.

            “Saya lebih suka ngumpul sama teman-teman, curhat dan belanja,” timpal Nenah mahasiswa lainnya yang selalu menolak jika ada temannya yang mengajak untuk bergabung dalam sebuah organisasi.

            Sementara  Chrisyanti yang telah tergabung dalam organisasi Fokusmaker merasa bahwa organisasi kepemudaan terutama yang telah menaunginya memberikan banyak manfaat yang dirasakannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Chris berpendapat bahwa melalui organisasi dia dapat menambah teman dan saudara. Selain itu banyak pengetahuan yang berharga yang tidak didapatkan di pendidikan formal tapi dia menemukannya dalam organisasi. “Begitu banyak manfaat organisasi bagi saya, sehingga saya tidak dapat menyebutkan semuanya,” ungkap Chris yang dicalonkan untuk masuk dalam fungsionaris parpol.

 

Siti Nurhayat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: