Terkendala Ganti Rugi

PEMBANGUNAN tahap pertama pelebaran jalan Raya Jatinangor Sumedang yang dimulai dari perbatasan Cileunyi hingga Unwim masih bermasalah karena beberapa pemilik lahan belum menerima ganti rugi tanah dan bangunan yang terletak di Desa di Cibeusi, Kecamatan Jatinangor. Camat Jatinangor Aoh Kurnia mengatakan, terdapat tiga orang pemilik lahan yang belum menerima ganti rugi. “Hal itu dikarenakan anggaran ganti rugi dari pemerintah belum mencukupi ke semua pemilik lahan, maka tinggal tiga korban lagi yang belum kebagian,” kata Aoh. Aoh jelas mengharapkan untuk secepatnya mengganti rugi atas lahan kepada para pemiliknya agar tidak menimbulkan masalah dan kekecewan di hati penduduknya. Para pemilik tanah akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 2 juta per satu meter persegi. Sedangkan untuk ganti rugi bangunan, jumlahnya bervariatif. Dipertimbangkan menurut kualitas, bentuk, dan nilai bangunan lalu dinegosiasikan antara Pemkab dengan pemiliknya. “Semakin cepat Pemkab membayar ganti rugi maka semakin cepat dan lancar pula proses pembangunan pelebaran itu,” katanya. Sementara, anggota DPRD yang juga merupakan warga Desa Cibeusi, Jatinangor mengatakan bahwa jumlah pemilik lahan yang masih belum menerima ganti rugi sebanyak tujuh orang. “Akhir pekan kemarin, setelah diteliti lagi ternyata ada tujuh pemilik lagi yang belum menerima ganti rugi,” kata Dudi Supardi. Satu di antara tujuh korban tadi adalah tanah dan bangunan milik Camat Cicalengka Poppy Hopipah. “Lima korban lagi yaitu, si ibu dari Garut, bu Kusrini, kontrakkan samping kanan hotel Jatinangor, tambal ban dekat hotel Puri dan Hotel Puri Khatulistiwa sendiri,” ujarnya. Dia mengatakan, total anggaran ganti rugi untuk semua korban yang jumlahnya 58 pemilik dianggarkan Rp 9 miliar. “Kita mendesak secepatnya Pemkab membayar ganti rugi yang belum. Jika tidak, maka korban akan menuntut terus dengan harga ganti rugi yang lebih mahal lagi lantaran harga tanah dan bangunan disinyalir juga akan naik nantinya,” kata anggota dewan dari PAN ini. Meski proses pembangunan jalan ini belum tuntas, pemerintah sudah memulai pembangunan tahap dua yaitu dengan membuka lahan yang tepat berada di pintu gerbang barat Unpad. Pembangunan jalan yang rencananya akan dibangun hingga pintu gerbang selatan Unpad ini hanya menggunakan lahan milik Unpad. Sedangkan pembangunan tahap pertama selain terdapat lahan peroranagn juga terdapat lahan milik Ikopin dan IPDN. Pembangunan jalan ini menurut rencana akan dibangun sepanjang 4 km dengan lebar 4,2 meter, memanjang dari perbatasan Cileunyi hingga wilayah Cikuda.

Vera Suciati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: