Serasa Masih Sekolah

TAK ada jerit, tawa sampai teriakan anak-anak sekolah begitu bel istirahat atau pulang sekolah berbunyi di samping empang tak jauh dari Gedung Negara. Bangunan SMPN 2 Sumedang itu memang sudah bukan lagi sebuah sekolah menengah pertama namun menjadi gedung perkantoran.

            Setelah beberapa tahun mengalami ketidakpastian dan beberapa kali berpindah, kini SMP 2 sudah dengan tenang menempati lokasi barunya yang berada di wilayah Sumedang Utara. Suatu kawasan yang menurut rencana tata kota diperuntukan bagi kawasan pendidikan.

            Berat memang untuk pindah lokasi, karena selain karakteristik kedua wilayah yang berbeda, lokasi sekolah yang sekarang juga masih minim fasilitas. Dua hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi kapabilitas SMP 2 yang 10 tahun lalu sempat nanjeur di Sumedang kota.

            Namun paling tidak kini siswa dan guru serta seluruh karyawan SMP 2 bisa melakukan kegiatan belajar dan mengajar dengan tenang karena sudah sepakat mendukung rencana pemerintah sehingga tak dipusingkan dengan berbagai instruksi sana-sini yang tak jelas.

            Lokasi lama SMPN 2 yang terletak tepat di belakang kantor Pemkab Sumedang atau termasuk dalam wilayah Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan kini ditempati oleh tiga instansi pemerintah, yakni Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan  Kantor Informasi dan Komunikasi.

            Bagi ketiga instansi ini, pindahnya lokasi kerja dari tempat semula sangat membuat nyaman. Nyaman karena kondisi bangunan yang lebih representatif dengan penambahan beberapa fasilitas kerja seperti aula dan ruang kerja yang tidak terlalu sumpek.

            Namun ada juga yang lebih membuat para staf pegawai nyaman ini adalah kembalinya kenangan indah semasa SMP dulu yang membuat gairah kerja semakin bertambah dan yang pasti lagi, asa jadi budak ngora deui. Sebab tak sedikit pegawai disana banyak yang alumnus SMPN 2.

            Seperti Cucu, pegawai Kantor Informasi dan Komunikasi  yang sangat nyaman ketika pertama kali menempati ruang kerjanya. Ia tak menyangka bahwa ruang kerjanya sekarang adalah tepat bekas ruang kelasnya dulu ketika kelas 3 SMP.

“Kaget saja ketika tahu ruang kerjanya yang ini, cuma letak meja kerjanya saja yang tidak tepat, karena masa harus sama dengan tata ruang kelas,” kisah Cucu sambil tersenyum mengenang masa-masa sekolah dengan celana pendek biru.

            Cucu lalu menceritakan bahwa di kelas inilah ia pernah dimarahi guru sejarah yang paling kalem tapi galak. Sambil memperagakan bagaimana dimarahinya, ia tertawa-tertawa mengenangnya.

            Lain lagi dengan Ibu Neng yang mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu sulit mengembalikan kenangan ketika SMP dulu karena tata ruang kelas dan denah SMP 2 nyaris tidak berubah sejak pertama kali didirikan hingga tahun 2008 sekarang. Baru pada tahun 2000, ada penambahan bangunan baru setinggi 2 lantai dan menghabiskan setengahnya lapangan basket. Hal ini memang sengaja dibangun menyusul adanya instruksi dari pemkab bahwa SMP 2 harus pindah lokasi.

            Hingga pada saatnya lokasi tersebut akan digunakan untuk kantor dinas, banyak ruangan yang dirubah, namun tidak mengubah arsitekturnya, hanya misalnya beberapa ruangan digabung menjadi satu atau bahkan suatu ruangan dipisah dan dibuat dua fungsi peruntukan.

            Beberapa ruangan yang ketika masih ditempati SMP 2, seperti kamar mandi dan mesjid, fungsinya masih tetap sama, hanya dipercantik saja interiornya. Secara keseluruhan, seluruh ruangan diperindah lagi bagian interiornya.

            Kepala Badan Diklat dan Kepegawaian Daerah, Zaenal Alimin mengatakan, suasana kantornya yang sekarang jauh lebih nyaman. Selain atmosfernya yang sejuk dan nyaman, luas kantor dan jumlah ruangan lebih memadai dan terwakili untuk digunakan bekerja.

            Menyinggung soal kenangan masa lalu yang dialami para pegawainya dan pegawai dari dua kantor lainnya, Zaenal mengakui sangat wajar.

”Yang namanya kenangan tidak bisa dilupakan,” kata Zaenal yang juga sama-sama pernah merasakan bagaimana rasanya mengenang kembali suatu tempat yang dulu pernah ia tempati, yaitu bangunan SD-nya yang sekarang sering ia kunjungi untuk mengadakan kegiatan rapat atau pertemuan.

”Semoga saja dengan kenangan-kenangan yang indah, menjadikan semangat kerja semakin meningkat lagi,” kata Zaenal.

 

Vera Suciati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: