UMK Menyumbang PAD

PEMBINAAN dan pengembangan usaha kecil menengah yang dilakukan pemerintah membawa perubahan dan kemajuan yang signifikan. Meski secara umum, upaya ini memang belum mampu mengubah struktur perekonomian daerah.

            Berdasarkan data BPS tahun 2006, Usaha kecil di Sumedang mencapai  253.078 unit, usaha menengah sebanyak 414 unit, dan 29 usaha besar telah memberikan kontribusi positif bagi pembangunan perekonomian daerah. Kontribusi tersebut berupa penambahan pendapatan daerah yaitu sebanyak 59,69 persen disumbang dari usaha kecil, 11,20 persen dari usaha menengah dan 29,11 persen dari usaha besar.

            Keberadaan UMK tidak hanya ikut berperan dalam sektor keuangan daerah melainkan mampu menyerap tenaga kerja yang ada di  Sumedang. Berkat UMK, sebanyak 367.086 orang atau 82,62 persen dari seluruh ketersediaan tenaga kerja telah mendapatkan pekerjaan.

            Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, UKM terbagi dalam tiga kelompok usaha yaitu sektor pangan sebanyak 1042 unit, sektor industri dan kerajinan 1082 unit, dan sektor perdagangan dan jasa sebanyak 34.441 unit.

            Dari berbagai kemajuan atau kondisi positif yang ditimbulkan dari berbagai kelompok jenis UMK tersebut, beberapa kendala masih mengganjal dalam proses perkembangannya. Meski sektor modal memegang peranan penting, namun kemitraan atau hubungan kerja antara pemegang usaha tidak kalah pentingnya, karena kemitraanlah yang benar-benar akan membuat usaha langgeng dikarenakan tersedianya jalur distribusi, penyediaan bahan produksi, dan promosi usaha.

            Kemitraan usaha kecil dan menengah dengan usaha besar atau usaha lainnya baru tercapai 16,48 persen. Padahal dengan terjalinnya kemitraan, jalur perkembangan usaha akan lebih terarah dan berprospek.

            Diskop dan Usaha Mikro berupaya untuk mengurangi kendala-kenadala tersebut dengan melakukan pembinaan dan pengembangan SDM dan kelembagaan. Umumnya UMK yang ada di  Sumedang memiliki kemampuan organisasi dan manajemen yang masih lemah. Padahal tuntutan kearah pengembangan ekonomi pasar menuntut adanya kelembagaan yang sehat, tangguh, luas, dan efektif. Keadaan ini lantas disiasati dengan pembentukan berbagai kelompok usaha strategis, seperti usaha produktif, pembinaan lembaga keuangan mikro, dan penataan koperasi.

            Sementara untuk sektor modal UKM, pendukungan penguatan kelembagaan kelompok dari sisi pengembangan usaha diarahkan agar usaha-usaha uang sudah dan sedang dikelola dapat dijadikan usaha unggulan dan utama bukan sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

            “Usaha tersebut harus dikelola secara professional melalui penataan dan pengembangan serta peningkatan akses pasar,” kata Kepala Diskop dan usaha Mikro Drs Subagio MSi.

            Pemkab Sumedang telah memberikan dukungan penguatan modal dan sarana prasarana usaha UKM mulai tahun 2003 hingga kini, dengan jumlah lebih dari 4,5 milyar.

 

Vera Suciati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: