Suara Parau Kulitpun Menghitam

SELAMA 14 hari pelaksanaan kampanye calon bupati dan wakil bupati gembita pesta demokrasi terjadi di hampir semua kecamatan. Tim sukses kedua pasangan calon bupati itu mengoptimalkan waktu dua pekan untuk meraih simpatik dan mendulang suara dari para pemilih.

            Calon bupati Don Murdono-Taufiq Gunawansyah hanya akan menggunakan enam hari kampanye dari 14 hari yang disediakan. Dengan alasan mengefektipkan waktu, kampanye yang digelar calon yang disokong 11 parpol akan melakukan kampanye terbuka.       Namun belakangan, mereka menambah jadwal kampanye menjadi delapan hari. Kampanye terbuka itu akan digelar mulai dari Kecamatan Cimanggung, Tomo, Jatinangor Tanjungmedar, Pamulihan Situraja, Conggeang dan terakhir di Sumedang Utara.

            Sementara itu calon bupati Endang Sukandar-Dony Ahmad Munir mengefektifkan 14 hari kampanye yang dialokasikan KPU. “Kami mengisi semua hari untuk kampanye,” kata Dony Ahmad Munir calon wakil bupati.

            Selain melakukan kampanye terbuka dengan mengundang massa, tim kampanye pasangan ini juga mengunjungi langsung para pemilih yang berada di kampung dan desa-desa. Hari kedua pasangan Endang-Dony mengunjungi di Desa Darmawangi, Tolengas, salat Jumat di Mesjid Tomo dan ke Cilengar, Desa Cipeles di Kecamatan Tomo.

            Di daerah ini kedua calon ini melakukan gerilya dan berjalan kaki menjambangi rumah penduduk di daerah tersebut. Saat kampanye terbuka di lapangan bola Rancapurut dengan tema sehari bersama kaum perempuan sempat diwarnai atraksi paralayang berputar-putar diatas lapang bola.

            Di Cimanggung pasangan Don Murdono-Taufiq Gunawansyah melakukan kampanye terbuka di lapangan bola yang berada di lereng Gunung Kareumbi. Don merogoh sakunya dan mengeluarkan Rp 500 ribu ketika melihat  pemuda atraktif yang kepalanya dicukur dan membiarkan rambutnya bertuliskan Don-Taufik lengkap dengan nomor urut satu.

            Saat orasi Don yang memakai kemeja batik dan topi koboi ini langsung berteriak kalau ia selama lima tahun menjadi bupati telah memerdekakan rakyat Sumedang. “Selama lima tahun menjadi bupati saya telah memerdekakan rakyat Sumedang. Pembuatan KTP, akta kelahiran, kartu keluarga sampai ke puskesmas telah saya gratiskan,” teriak Don.

            Keberhasil pembangunan selama lima tahun kepemimpinan Don Murdono ini menjadi tema utama dalam setiap kampanye yang dilakukan pasangan ini. Pasangan ini memasang juru kampanye lokal Sumedang serta didatangkan juga funsionaris partai Golkar dan PDIP dari Jakarta.

            Gelegak kampanye terjadi ratusan motor dan mobil meraung membawa massa yang melakukan konvoi baik menuju maupun sepulang dari ikut kampanye terbuka.

            Begitu massa dan simpatisan pasangan Endang-Dony melakukan konvoi dengan motor dan mobil ketika melakukan kampanye road show. Tak jarang pasangan Endang-Dony bersama tim kampanyenya melakukan kunjungan sampai ke kampung-kampung dan keluar masuk gang di kawasan perkotaan.

            Road show bukan hanya dilakukan dengan naik kendaraan. Tak jarang pasangan calon ini memilih melakukan jalan kaki dan menyapa penduduk di desa yang berada di pinggir jalan melihat kampanye door to door.

            Pasangan Don-Taufiq yang sebelumnya mengagendakan kampanye terbuka namun tak jarang juga dilakukan konvoi dan road show. Calon wakil bupati Taufiq Gunawansyah memamfaatkan kampanye road show ke daerah pada hari kelima kampanye.

            Taufik road show mengunjungi sekretariat badan pemenangan pemilu atau posko Don-Taufiq.

            Untuk menyedot perhatian massa dan menarik simpatik, artis ibu kota juga didatangkan. Pasangan Don-Taufiq mendatangakan penyanyi keling asal Papua yang juga kader PDIP Edo Kondologit. Penyanyi dangdut Nita Thalia juga dibawa dan menggoyang massa Don-Taufiq.

            Begitu juga dengan pasangan Endang-Dony, memboyong artis cantik Marrisa Haque selama dua hari terakhir kampanye. Marrisa membius massa Endang-Dony ketika menjadi jurkam.

            Kelelahan terlihat dari para calon bupati dan wakl bupati serta tim kampanyenya. Karena terus berada di lapangan dan terkena terik matahari, kulit para calon terlihat lebih menghitam. Suara para calon juga parau karena hampor setap hari berteriak ketika menyampaikan program kerja mereka. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: