Pertama Torehkan Sejarah

MINGGU pagi 13 April, jalan-jalan di Sumedang sangat sepi. Kendaraan mobil yang biasa padat pada hari minggu di pusat kota sangat lenggang. Pusat perdagangan di pasar sandang dan inpres terlihat jongko dan kios tutup.

            Deretan pertokoan juga tutup di sepanjang jalan raya. Kesibukan terlihat di 1.800-an Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak pukul 05.30. Petugas sudah mempersiapkan dan memeriksa kelengkapan untuk pemungutan suara pemilihan bupati dan gubernur yang disatukan dan menjadi sejarah pertama di Indonesia.

            Setelah mengecek kelengkapan, tepat pukul sembilan pemungutan suara dimulai. Warga pemilih terus datang mengalir ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya menentukan bupati dan wakil bupati untuk periode 2008-2013.

            Calon bupati incumbent Don Murdono tampil agak berbeda saat datang ke TPS untuk mencoblos di jalan Budiasih tak jauh dari Gedung Negara. Don memakai baju kebesaran yang biasa dipakai dalem jaman baheula. “Saya ini Bupati Sumedang jadi harus menunjukan kebupatianya sehingga memakai baju ini. Kan jadi tampil beda,” kata Don yang memakai bendo dan baju dalem berwarna hitam dengan celana hitam berbalut kain sarung batik warna coklat.

            Tampil beda dengan pakaian kebesaran jaman kedaleman membuat Don menjadi pusat perhatian. Semua mata menuju tertuju Don yang turun dari mobil dan langsung daftar serta duduk di ruang tunggu sekitar pukul 10.00. Dengan pakaian itu Don menjadi tampil lain.

            Calon bupati Endang Sukandar tampil memakai baju khas petani pangsi berwarna hitam-hitam. Saat datang ke TPS 5 di gedung KGS, Endang terus mengepulkan rokok. “Semua proses sudah kami jalani dalam pemilihan bupati ini sekarang kami tinggal menunggu hasilnya semuanya diserahkan ke Yang Maha Mengatur,” kata Endang.

            Sementara itu calon wakil bupati yang mendampingi Don Murdono, Taufiq Gunanwansyah memilih di TPS 16 Kampung Parigi, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan. Taufiq keluar rumah menuju TPS bersama istrinya dr Sri Dwi Omarsari persis pukul 10.00 juga.

            Taufiq mengenakan baju batik dan berjalan kaki menuju ke TPS dari rumahnya yang tak jauh. Begitu juga dnegan wakil bupati Dony Ahmad Munir datang ke TPS 10 di SMP NU di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. Dony datang bersama istrinya Susi Gantini dan anaknya. Calon bupati paling muda ini memakai baju taqwa berwarna putih dan terlihat duduk santai bersama pemilih.

            Setelah para pemilih tak datang lagi, giliran para petugas menggunakan haknya ikut mencoblos. Tepat pukul 13.00 pemungutan suara ditutup dan para petugas mulai sibuk untuk melakukan penghitungan suara yang dimulai dengan menghitung suara pemlihan gubernur.

            TPS tempat para calon mencoblos menjadi pusat perhatian. Di setiap TPS itu warga sekitarnya ikut menonton penghitungan suara kedua calon yang saling berkejaran. Dari empat TPS tempat para calon mencoblos itu hanya calon bupati incumbent Don Murdono yang gagal meraih suara terbanyak. Sedangkan calon wakilnya Taufiq Gunawansyah unggul di TPS tak jauh dari rumahnya begitu juga dengan calon Endang-Dony unggul di TPS mereka.

            Dari hasil rekapitulasi suara di KPU pasangan Don-Taufiq unggul di 19 kecamatan. Sedangkan pasangan Endang-Dony unggul di tujuh kecamatan yang berada di kawasan perkotaan.

            Melalui sidang pleno terbuka penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati menetapkan calon bupati incumbent Don Murdono yang berpasangan dengan ketua DPRD Taufiq Gunawansyah meraih suara 54,84 persen atau memperoleh 325.978 suara.

            Sementara calon Endang Sukandar yang berpasangan dengan Dony Ahmad Munir meraih 268.403 suara atau 45,16 persen. Dengan raihan suara mencapai 54,84 persen pasangan Don-Taufiq terpilih menjadi bupati pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Sumedang pada pemilu bupati dan wakil bupati 13 April 2008.

            Dari rekapitulasi suara itu diketahui suara yang sah mencapai 594.379 suara dan yang tidak sah 27.581. Jumlah pemilih yang berpartisipasi mencapai 621.960 orang sedang yang tidak datang ke TPS mencapai 148.499 orang.

            Saat penandatangan berita acara saksi Endang-Dony menolak menandatangani. “Tidak jadi persoalan kalau saksi tak mau menandatangani. Pleno KPU ini sah dan menetapkan Don-Taufiq terpilih sebagai bupati dan wakil bupati hasil pemilihan langsung oleh rakyat Sumedang,” kata Asep. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: