Menunggu Janji Perhutani

PENDUDUK yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang dikelola Perhutani di Desa Jingkang, Kecamatan Tanjungmedar menagih janji. Sebelumnya warga desa di sekitar lahan hutan seluas 530 hektare dijanjikan Perhutani diberi satu persen dari keuntungan penebangan kayu untuk pembangunan desa.

      Namun ditunggu sampai dua kali penebangan yang dilakukan Perhutani ternyata janji itu tak kunjung datang. “Saya sendiri sudah menanyakan ke Perhutani tapi belum mendapatkan jawaban yang memuaskan,” kata Cece Kepala Desa Jingkang.

      Cece mengaku ia kerap mendapat tudingan dari masyarakat kalau dana bantuan itu sudah ada tapi tak disalurkan. “Banyak masayarakat yang menuding saya karena tidak menyalurkan dana bantuan itu,” keluh Cece.

      Bahkan, terang dia, ketika ada syukuran penebangan pohon di kawasan hutan yang dilakukan Perhutani ia tak datang. “Saya sampai tak hadir dalam acara syukuran itu karena untuk menghindari tudingan,” katanya.

      Di kawasan hutan Jingkang itu ada Perhutani menggelar program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Warga disekitar hutan itu diberi pengelolaan hutan dan akan diberi konpensasi. Di hutan ini ditanam kayu rawa dan pada tahun 2007 telah dilakukan penebangan. “Sebelumnya dijanjikan warga di sekitar hutan akan mendapat satu persen dari keuntungan penebangan,” kata Cece lagi.

      Selain akan memberikan bantuan uang, menurut warga, Perhutani juga menjanjikan akan membantu batu koral untuk perbaikan jalan yang rusak serta membangun bale kampung. Tapi sampai saat ini warga masih menunggu Pehutani untuk merealisasikan janjinya itu.

      Humas Perhutani Suryana menyebutkan, di lahan hutan yang ada program  PHBM memang ada sharing dengan masyarakat. “Sharing itu ada hitungannya dan diberikan dari kayu yang telah dijual dan dihitung dari keuntungan bersih,” kata Suryana.

      Ia menyebutkan dirinya akan melakukan penegecekan dulu atas kayu itu yang telah ditebang apakah sudah terjual atau belum. “Saya sedang menelusurinya. Sharing juga ada hitungana mulai dari penjarangan pertama, kedua sampai dilakukan penebangan,” kata Suryana tanpa menyebutkan besarnya sharing yang diberikan. ***

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: