Mak Yusuf Acungkan Jempol

SEPAK terjang PKK dan para kader posyandu di berbagai penjuru wilayah di Sumedang membuat salah satu anggota DPRD, Hj Yati SuhayatiYusuf mengancungkan jempol setinggi-tingginya.

            Kiprah PKK dan kader posyandu sangat berkonsentrasi kepada perempuan dan keluarga yang menurut Ema, panggilan akrabnya, cukup sulit disentuh dengan aparat pemerintah yang kaku dan formal. “Mereka kan ibu rumah tangga yang akses informasi atau pergerakannya relatif sedikit, jadi harus didekati pula oleh petugas yang kenal, ramah, dan pengertian,” ujar Ema yang juga anggota Komisi B dari Fraksi Golkar ini.

            Begitu pula dengan teknis pelaksanaannya yang harus dilakukan dengan penuh kelembutan dan kesabaran. Menurut dia, perjuangan para kader PKK dan posyandu nyaris tidak kenal waktu. Posyandu yang diadakan sebulan sekali tak akan cukup untuk bisa memantau kelanjutan kesehatan dan perkembangan sebuah keluarga beserta balitanya.

            Para kader ini harus mengecek apakah program yang diberikan di posyandu dilaksanakan di rumahnya atau tidak. Tidak lupa juga, mereka dengan rela membagi-bagikan makanan tambahan kepada para balita dari keluarga tak mampu. Atau sekali-kali, para kader posyandu ini aktif memberikan data terbaru tentang kondisi kesehatan dan keluarga warga, seperti keadaan asupan gizi, perkembangan dan pertumbuhan balita, sampai keadaan atmosfer tempat tinggal warga.

            Pemerintah tentunya harus berterima kasih atas perjuangan para kader PKK dan posyandu, karena berkat kegigihan mereka program nasional yang terasa berat bisa tercapai, seperti program KB yang berjalan sukses atau program bina keluarga dan balita seperti yang ada di posyandu Durian.

            Ketahanan keluarga, terang Emak, memang turut ditentukan oleh seorang ibu yang jelas-jelas seorang perempuan. Perempuan yang menurut kajian psikologis lebih bersikap berdasarkan perasaan dan hati, justru akan dapat merasakan bagaimana seharusnya yang terbaik bagi keluarganya.  “Ibu dengan kemampuan emosional yang kuat dan positif dapat mengarahkan bagaimana seharusnya sebuah keluarga terbentuk,” ujarnya.

            Lihat saja bagaimana repotnya seorang ibu harus mempersiapkan kebutuhan seluruh keluarga di pagi hari. Mulai dari sarapan hingga pembagian uang saku. Semuanya bukan tanpa latihan dan pengetahuan.

            Belum lagi peran ibu sebagai perawat, yang harus menjamin kesehatan seluruh keluarga. Mulai dari membiasakan mencuci tangan hingga menjaga air mandi tetap bersih tidak terjangkit nyamuk penyebab demem berdarah.

            Hal-hal inilah yang menjadi bahan materi dan program PKK kepada para kader posyandu dan PKK. Pembinaan yang lebih bersifat lips to lips, artinya harus tersampaikan secara langsung oleh petugas kepada seorang ibu, juga turut dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan, KB, Catatan Sipil.

 

Vera Suciati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: