Harus Menjadi Produktif

pemberian bantuanPEMBINAAN dan pengembangan usaha mikro di  Sumedang semakin digalakkan demi tercapainya kondisi perekonomian rakyat yang kuat  dan tercapainya kualitas keluarga produktif.  Upaya tersebut salah satunya digulirkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melalui Program Pengembangan dan Penguatan Usaha Mikro  (P3UM).

                P3UM digulirkan sejak 2006 adalah program pemberian bantuan dana kepada keluarga miskin (gakin) produktif. Menurut data Diskop tahun 2007 jumlah gkin  produktif ini mencapai 8.510 KK. Sebanyak 3.000 KK sudah mendapatkan bantuan dana pada periode sebelumnya.

                Tahun ini, P3UM kembali menggulirkan dana kepada 2.000 KK. Penerima bantuan telah memenuhi kualifikasi sebagai gakin produktif yaitu diantaranya memiliki usaha sendiri dengan berpendapatan Rp 100-150 ribu perbulan dengan usia KK tidak lebih dari 60 tahun.

                Bantuan dana sejumlah Rp 500 ribu yang berasal dari APBD ini diberikan oleh Sekretaris Daerah Atje Arifin Abdullah awal April di Diskop Sumedang dengan dihadiri oleh para camat.

                Kepala Diskop dan Usaha Mikro, Drs Subagio MSi mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengembangan koperasi dan usaha mikro. Oleh karenanya, dana ini bersifat rangsangan kepada para pelaku usaha kecil untuk meningkatkan skala usaha dan pendapatan. Sehingga pada suatu hari nanti, mereka mampu mengadakan modal untuk merintis koperasi keluarga produktif di lingkungan tempat tinggalnya yang akan menjadi partner usaha selanjutnya.

                “Jika sudah ada koperasi keluarga produktif, bantuan modal akan dengan mudah didapat dari situ,” kata Subagio yang juga mengatakan bahwa penerima bantuan ini adalah orang-orang yang tidak terakses oleh lembaga pemberi bantuan lainnya seperti bank karena tidak memiliki agunan.

                Ketentuan penerima bantuan didapat dari hadil kegiatan identifikasi dan verifikasi kepada seluruh kepala keluarga di seluruh Sumedang dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa hingga LSM. “Gakin produktif sebagian besar berada di wilayah Sumedang kota,” ungkapnya.

                Sementara Atje berpesan kepada seluruh penerima bantuan bahwa dana ini berbeda dengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sempat digulirkan pemerintah pusat tahun lalu. Jika BLT bisa dinikmati hanya dalam waktu beberapa hari saja, dana ini harus diupayakan menjadi produktif dan dapat meningkatkan volume usaha.

                “Kesampingkan dahulu kegiatan konsumtif atas dana ini, melainkan jadikanlah dana ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan skala usaha,” kata Atje.

                Salah satu KK penerima bantuan, Sahlan (58), warga Wado mengaku sangat senang dengan bantaun ini. Usaha menggoreng tahu di pinggir jalannya direncakan akan ditambah volumenya. Begitu juga dengan KK lainnya yang jenis usahanya beragam mulai dari tukang dagang bubur ayam, gorengan sampai tukang kue bandros sangat senang menerima bantuan tersebut.

                “Diberikannya langsung oleh Pa Sekda kepada kami, jadi tidak nyangkut kemana-mana dulu,” ujar Sahlan.

 

Vera Suciati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: