Di Gedung DPRD Pesta Demokrasi Dimulai

GEDUNG DPRD riuh rendah ketika para calon bupati dan wakil bupati menyampaikan visi, misi dan program kerja mereka. Tepuk tangan bukan hanya dilakukan para anggota dewan tapi juga pendukung kedua calon yang memang disediakan tempat.

            Para pendukung itu sebagian berkumpul dan menyaksikan langsung penyampaian visi misi di dalam gedung. Namun sebagian besar pendukung berkumpul di halaman gedung DPRD karena penyampaian visi misi tersebut disiarkan melalui motitor televisi, radio dan pengeras suara yang dapat terdengar sampai ke luar gedung.

            Pesta demokrasi pemilihan bupati memang dimulai dengan kampanye di gedung wakil rakyat dengan penyampaian visi, misi dam program dua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumedang periode 2008-2013 beradu program di depan anggota DPRD saat sidang paripurna istimewa akhir Maret lalu.

            Penyampaian misi itu hanya berlangsung monolog. Para calon menyampaikan program kerjanya tanpa ada pertanyaan dari para wakil rakyat karena aturannya memang seperti itu. Ketua KPU Asep Kurnia mengatakan penyampaian visi, misi dan program merupakan prosedural dari segi hukum ini memberikan kesempatan kepada calon bupati dan wakil bupati untuk menyampaikan program pembangunan Kabupaten Sumedang.

            Visi misi atau program pembangunan dari cabup harus sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang telah disahkan beberapa waktu lalu. “Dari sini seharusnya masyarakat dapat menilai apakah cabup layak untuk dipilih atau tidak,” ujar Asep Kurnia Ketua KPU.

            Sidang paripurna istimewa ini dipimpin oleh wakil ketua DPRD Agus Welianto. Setiap calon ini diberi batas waktu 45 menit untuk menyampaikan visi, misi dan program. Calon Don Murdono-Taufiq Gunawansyah dengan nomor urut satu mendapat giliran pertama.  Pembacaan visi dan misi calon Don-Taufiq dibacakan calon wakil bupati Taufiq Gunawansyah. Taufik yang juga ketua DPRD non aktif ini menyampaikan tentang keberhasilan Pemkab Sumedang yang dipimpin bupati incumbent Don Murdono.

            Sedangkan kebijakan yang bakal ditempuh oleh calon bupati ini, Taufiq menjanjikan akan  menciptakan peluang lapangan kerja, menjaga ketersedian stok pangan sampai pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, jembatan dan irigasi. Pemaparan sampai dengan slide dari infocus yang berisi pointer dan data.

            Giliran kedua pasangan Endang Sukandar-Dony Ahmad Munir menyampaikan visi misi dan program silih berganti. Endang menyebutkan kalau terpilih tidak akan menjadi wakil bupati itu sebagai ban serep. Endang juga memotret kondisi Sumedang saat ini yang masih harus banyak penanganan.

            Calon bupati yang diusung dua partai ini menyampaikan pemaparan dengan disertai visual seperti kondisi geografis Sumedang sampai tempat-tempat bencana alam yang butuh penangananan.

            Giliran Dony yang menyampaikan visi misi mengatakan saat ini harus keluar dari kebiasaan dan paradigma lama yang sarat rutinitas,  penuh ritual dan pemborosan.

            Sekolah gratis juga dijanjikan sampai tingkat SLTA. “Sekolah gratis itu harus sampai SLTA dan kalau ditanya dari mana biaya? APBD Sumedang itu mencapai Rp 800 miliar dan untuk sekolah gratis itu hanya Rp 26 miliar,” kata Dony yang menyebutkan ia akan memangkas belanja di pos bantuan yang cukup besar.

 

Siti Nurhayat

Kiprah Nomor 4 / Tahun IV – Maret 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: