Sejatinya Belum Selesai

SEORANG kawan sempat berujar soal pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Hanya dengan sebatang paku, bisa menentukan pemimpin lima tahun kedepan. Paku –apa sih arti sebatang paku– jadi alat pengubah jalannya pemerintahan,” ujar kawan itu.

             Ya, hanya sebatang paku memang untuk menentukan pilihan dengan cara mencobloskan gambar pasangan atau nomor urut. Tak lebih.

            Saat penghitungan suara dilihat dari tusukan kemudian petugas menulis raihan suara dengan membuat deretan baris satu yang dicoret ketika berjumlah lima. Mirip pagar. Petugas memperlihatkan gambar yang ditusuk dan saksi berteriak sah. Jumlah angka itu direkap dan dikumpulkan.

            Sangat konvensional. Tapi kecemasan malah muncul dan menyebutkan hati-hati kalau listrik padam. Sebab saat menyala lagi angka rekapan akan berubah dan bertambah. Padahal cara menghitung sangat sederhana dan bukan dihitung dengan teknologi digital.

            Pembaca yang budiman, Bupati dan Wakil Bupati Sumedang periode 2008-2013 terpilih dan telah ditetapkan KPU. Para pemilih sudah kembali menjalani agenda kehidupannya seperti sedia kala. Pertandingan memang sudah selesai. Tapi sejatinya belum selesai,  sekarang dan kedepan rakyat menagih janji bupati ketika kampanye.

            Soal pilbup ini kami sodorkan ke ruang sidang pembaca. Gambar bidikan fotografer kami tentabf suasana hari pemungutan suara juga menghiasi halaman majalah edisi ini. Bagaimana antusiasme warga dan juga kesibukan para penyelenggara pilbup.

            Selama pelaksaan pemilihan bupati terutama ketika kampanye berlangsung suasana gedung DPRD nyaris sepi. Ini terjadi banyak anggota dewan yang terlibat dan menjadi tim kampanye pasangan calon. Sehingga waktu-waktu mereka dihabiskan diluar gedung untuk meraih simpatik dan mendulang suara pemilih.

            Ketua DPRD Taufiq Gunawansyah yang mencalon wakil bupati berpasangan dengan bupati Don Murdono setelah 5 Juli nanti sudah tak lagi berkantor di Gedung DPRD. Politisi muda ini akan pindah kantor dan menempati ruangan wakil bupati di kantor Pemkab Sumedang karena telah terpilih menjadi wakil bupati.

            April ini selain sejarah telah ditorehkan dengan terpilihnya bupati hasil pemilihan langsung oleh rakyat juga bulan ini Sumedang genap berusia 430 tahun. Soal hari jadi, kami sajikan untuk menjadi bahan renungan kita.

            Edisi kali ini, kami mengajak sidang pembaca untuk sekedar menoleh ke belakang. Melihat awal Sumedang berdiri dan menatap ke depan. Apakah uga Sumedang ngarangrangan akan menjadi kenyataan. Entahlah, tapi untuk itu kami kupas sedikit tentang hal itu. Uga adalah semacam sebuah prediksi semata.

            Rubrik khas lainnya juga kami sampaikan dan hadir ke ruang sidang pembaca. Selamat hari jadi Sumedang. Jajaran redaksi juga mengucapkan selamat juga bagi bupati dan wakil bupati terpilih. Tabik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: