Menjaga Keutuhan Sumedang

cincin-cikudaSEJARAH selalu terulang. Apakah adigium itu menjadi kenyataan? Apalagi jika melihat sebuah uga tentang Sumedang, Sumedang Ngarangrangan.

      Awalnya Sumedang ketika masih dikenal dengan sebutan Sumedanglarang, wilayahnya sangat luas. Hampir seluruh wilayah tatar Sunda kecuali Kasultanan Cirebon, Banten dan Sunda Kalapa. Batas wilayahnya mencakup sebelah barat Sungai  Cisadane, timur Sungai  Cipamali, dari utara dibatasi Laut Jawa dan selatan Samudera Hindia.

      22 April 1578 masehi Sumedang menjadi penerus Pajajaran dengan diserahkannya mustika Binokasih sebagai lambang kerajaan dan kejayaan Pajajaran dari Prabu Siliwangi ke Prabu Geusan Ulun.

      Namun, belakangan Sumedanglarang mengalami kehancuran ketika hegemoni VOC dan Mataram yang menjajah tatar Pasundan. Saat ini luas Sumedang hanya 1.552,20 km persegi.

      Luas wilayah Kabupaten Sumedang diperkirakan akan terus menyusut dan tidak menutup kemungkinan luasnya nanti hanya cukup untuk sebuah  kecamatan saja. Sumedang yang Selasa 22 April 2008 ini genap berusia 430 tahun awalnya adalah sebuah kerajaan yang luas dan sebagai penerus kerajaan Pajajaran.

      S Sobirin anggota dewan pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) dalam sebuah perbincangan ketika meninjau bakal lokasi genangan Waduk Jatigede melontarkan kalau  luas Sumedang akan terus menyusut. “Jika Waduk Jatigede jadi maka ratusan hektare lahan di Sumedang itu akan tenggelam dan menjadi lautan air,” kata Sobirin.

      Pemerhati lingkungan ini juga menyoroti soal pengembangan dan pembentukan kabupaten Bandung Timur yang daerahnya berbatasan dengan Sumedang bagian barat. “Jika nanti Cimanggung dan Jatinangor bergabung kemudian saat ini juga ada rencana pembangunan jalan tol Bandung-Sumedang-Cirebon yang melingkari Gunung Tampomas serta pengembangan wilayah di Ujungjaya dengan lapangan terbang internasionalnya,” katanya

      Sehingga tidak salah ungkapan Bandung heurin ku tangtung, Sumedang ngarangrangan. Sukapura ngadaun ngora. “Jadi tidak menutup kemungkinan nanti Sumedang hanya menjadi wilayah kecamatan saja karena wilayahnya yang semakin sempit,” katanya lagi.

      Tantangan memang cukup berat bagi Bupati Don Murdono dan Wakil Bupati Taufiq Gunawansyah yang terpilih langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya ini. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: