Mengembleng Birokrat di Kaki Gunung

Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur I (PKP2A)SEORANG pegawai pemerintah kini bisa lebih menjajal kemampuan melobi, presentasi, berdiskusi, rapat dan pidato tetapi dalam bahasa Inggris. Atau selain kemampuan intelektualnya, aparat pemerintah kini bisa lebih mengontrol emotional quation. Bahkan aparat pemerintah kini bisa melatih dan membentuk fisiknya agar terlihat lebih gagah atau feminin.

                Semua hal tersebut bisa-bisa saja dimiliki oleh semua aparat pemerintah di seluruh Indonesia, termasuk aparat pemerintah Kabupaten Sumedang, yaitu dengan cara mengikuti pendidikan dan pelatihan aparatur pemerintah di  Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur I (PKP2A) Lembaga Adiministrasi Negara (LAN) yang berlokasi di Kiara Payung, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor.

                Diklat untuk aparatur sejak dulu memang ada dan tersedia untuk meningkatkan kapasitas aparatur demi meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat. Namun, diklat ini seringkali tidak mendatangkan hasil optimal karena terbatasnya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan diklat.

                Akan tetapi kini, semua masalah itu sudah teratasi dengan diperbaruinya PKP2A baik dari segi fisik ataupun non fisiknya. PKP2A dengan konsep yang baru diresmikan oleh  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufik Effendi akhir Maret  di gedung barunya Graha Giri Wisesa.

                Peresmian ini sebenarnya dilakukan setelah pembangunan tahap dua selesai dilakukan, sementara tahap pembangunan pertamanya selesai dilaksanakan sekitar dua tahun lalu. Rencananya, gedung ini sudah akan mulai dioperasikan pertengahan tahun ini.

                PKP2A yang dulunya letaknya berdekatan dengan Gedung Sate diperuntukan bagi peningkatan kualitas aparatur negara termasuk bagi para pejabat daerah di kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

                Menpan  Taufik Effendi mengatakan bahwa dalam meningkatkan aparatur negara diperlukan sebuah sarana dan fasilitas yang memadai agar tercipta kebutuhan aparatur yang berkualitas. “Peningkatan aparatur negara ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik, bagaimana seharusnya bekerja dan bersikap di tengah-tengah masyarakat,” kata Taufik setelah meresmikan Grha Giri Wisesa yang dibangun di atas lahan seluas 50 Hektare.

                Untuk keperluan pendidikan dan pelatihan, PKP2A telah menyediakan berbagai fasilitas dan sarana yang sangat memadai. Mulai dari ruang kelas, laboratorium bahasa, perpustakaan, asrama, sarana olahraga seperti jogging track, arena billiard, dan ruang senam, aula, ruang diskusi, hingga sarana penunjang lain seperti area parkir, cafeteria, dan relaxation spot.

                Dengan fasilitas tersebut, dipastikan hasil yang didapat akan semakin optimal.

Selain ditunjang dengan kondisi fisik yang serba representatif, metode belajar juga dtingkatkan dan diubah sesuai dengan kebutuhan kurikulum.

                Kepala PKP2A, Dr Deddy Mulyana MSi, metode belajar yang diterapkan lebih mengarah kepada pembentukan karakter, pembentukan tim, dan peningkatan kapasitas individu dan tim. “Komposisi metode belajar mempunyai porsi besar kepada peningkatan emotional quation,” kata Deddy.

                Sementara materi yang diberikan terdiri atas kompetensi manajerial dan kompetensi teknis substantif dengan beberapa program unggulannya seperti manajemen pemerintahan desa dan kecamatan, diklat teknis presentasi, penulisan karya ilmiah, dan english for meeting, negotiation, and discussion.

                Metode belajar dan materi ini telah sesuai dengan kurikulum yang telah dibentuk LAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Dalam pembentukannya, kurikulum ini telah disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan para aparatur di seluruh daerah di Indonesia.

“Kurikulum tersebut baku, namun kami memiliki kurikulum yang bersifat kolaburatif dengan pemerintah daerah yang bisa ditambahkan pada kurikulum baku,” kata Deddy yang menambahkan pihaknya akan berupaya untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang terbaik bagi aparatur negara di manapun dengan telah menyediakan staf pendidik sejumlah 40 orang yang berasal dari berbagai keahlian.

                “Lokasi PKP2A yang terletak di kaki gunung ini akan menambah suasana belajar menjadi nyaman dan fokus karena jauh dari keramaian kota,” tambahnya.

 

Vera Suciati

2 Tanggapan

  1. vera suciati–>vera leutik?bordju?

  2. that’s true, in addition a goverment official in Indonesia who has new consep to go up public service need a specially metode training. PKP2A which have elaborate education system in its programs.
    thank’s.
    heri fajariatno
    mataram-NTB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: