Bukan Sekedar Tempat Sidang

bapedaGEDUNG ini takkan berarti kalau para penggunanya tidak mampu membina keimanan dan ketakwaan. Tanpa sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, manusia akan menjadi biadab, ingin menang sendiri dan bersikap masa bodoh,” tegas Gubernur Jabar  Aang Kunaefei kala meresmikan gedung DPRD Sumedang.

      Gedung DPRD ini dibangun dengan biaya Rp 225 juta. Gedung yag terletak di Jalan Pengeran Suriatmaja Nomor 10 dan berhadapan langsung dengan Kantor Bupati ini diresmikan, Selasa 9 April 1985.

      Sebelum mempunyai bangunan sendiri, jika DPRD bersidang maka digunakan  ruangan bagian selatan dan tengah yang kini ditempati Badan Keuangan Daerah (Bakuda). Bangunan itu dulu  dikenal dengan ruang sidang DPRD.

      DPRD Sumedang dibentuk pada tahun 1950, sejalan dengan terbitnya Undang- undang Nomor 14 yang menyatakan bahwa Sumedang merupakan salah satu daerah tingkat dua atau kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

      Ketua DPRD yang pertama, R. Abeg Sukandi dari 1950-1955. Kemudian Sumamihardja (1956-1958), Omo Darmawiredja (1958-1961), Sukriadinata (1961-1965), Djahuriadi (1966-1971). Selanjutnya Achmad Mustafa (1971-1977), Oyo Sunaryo (1977-1982), R.Slamet Syam (1982-1985) kemudian  dilanjutkan oleh Sumirat sampai 1987. Omo Rachmay (1987-1992) kemudian  H.Atjep Abdullatief hingga 1997.

      H. Anang Suryana terpilih menjadi ketua DPRD hasil pemilu 1997 dan hanya bertugas dua tahun. Ketua DPRD hasil pemilu 1999, H.Osin Herlianto sampai Januari 2003 dilanjutkan H. Endang Sukandar sampai akhir masa tugas dewan 2004. DPRD hasil pemilu 2004 diketuai Taufik Gunawansyah. Namun setelah terpilihnya Taufiq menjadi wakil bupati, maka ketua DPRD akan diganti lagi.

      Selama 55 tahun Sumedang mempunyai lembaga legislatif sudah memiliki sedikitnya 15 orang ketua DPRD. Sementara itu Sumedang yang pada 22 April 2008 berusia 430 tahun sudah memiliki 36 orang bupati.

      Jumlah itu dihitung mulai dari Prabu Geusan Ulun jumeneng Nalendra Sumedang Larang sampai saat ini. Meskipun Tumenggung Hasan Soeriasatjakoesoemah memerintah dua kali 1946-1947 dan 1949-1950, tapi orangnya masih itu-itu juga. Baru pada tahun 2004 di Sumedang ada jabatan wakil bupati yang berdasarkan undang-undang. ***

Satu Tanggapan

  1. Sangat surprise dapat menemukan nama ayah Omo Darmawiredja sebagai ketua DPRD th 1958 – 1961. Suatu karya yang sangat baik dalam mengumpulkan perjalanan sejarah Sumedang. sebagai putri beliau kami sangat menghargai tulisan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: