Antara Dukungan dan Teror

TUGAS berat harus diemban Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumedang dlam melaksanakan Pilkada 2008 ini. Selain tugas berat Pilkada yang dilakukan di Sumedang ini menjadi sejarah pertama di Indonesia. Sejarah, karena Pilkada digabung untuk pemilihan bupati dan gubernur pada 13 April 2008.

            “Ini sejarah dan menjadi tantangan bagi KPU dan juga masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata Asep Kurnia ketua KPU Sumedang.

            Asep mengaku KPU mempersiapkan berbagai hal yang akan diperlukan pada saat Pilkada nanti. Salah satunya adalah kegiatan sosialisasi yang dilakukan di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang. “Kami melakukan sosialisasi di 26 kecamatan secara maraton,” ujar ketua KPU termuda se-Indonesia kelahiran Sumedang, 10 Agustus 1980 ini.

            Dalam setiap sosialisasi, Asep yang merupakan putera pertama dari empat bersaudara pasangan Nur Ali dan Ny Enok Setiawati yang juga Kades Jayamekar, Kecamatan Cibugel  meminta masyarakat menggunakan hak pilih sebaik-baiknya dan memilih calon pemimpin yang terbaik menurut pilihan mereka. “Saya juga kerap mencek ke warga masyarakat secara langsung apakah mereka tahu Pilkada dan siapa saja calon bupati dan wakil bupati,” kata Asep.

            Asep yang jebolan Fakultas Hukum Tata Negara Universitas Pasundan Bandung  2003 ini langsung ikut tes seleksi anggota KPU Sumedang. Asep merupakan anggota KPU paling muda bahkan tercatat menjadi ketua KPU termuda se-Indonesia.

            Ketertarikannya pada dunia politik telah muncul sejak dia masih berstatus sebagai pelajar di SMA Petang Sumedang (kini SMAN 3). Walaupun berasal dari keluarga pedagang namun dia tidak menuruni bakat untuk bersaudagar. “Saya lebih menyukai dunia politik,” ujarnya.

            Pengetahuan politik semakin terasah ketika harus mengurusi soal politik di KPU. Karena pemilu kepala daerah harus digabung antara pemilihan gubernur dan bupati membuat tantangan bagi cukup besar dan berat. Walaupun demikian Asep tidak berkecil hati karena dia selalu mendapat SMS berupa dukungan dari beberapa orang yang kebanyakan tidak dikenalnya. “Banyak yang mengirimkan SMS yang selalu membuat saya bersemangat untuk melaksanakan tugas ini. Selain dukungan saya juga banyak menerima SMS yang bernada negatif sampai teror, namun saya menanggapinya sebagai ujian,” ungkap Asep yang ketika masa kuliahnya pernah menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Hukum dan Ketua Forum Silaturahmi Mahasiswa Muslim Fakultas Hukum (Fosima).

            Harapan Asep untuk saat ini adalah melaksanakan Pilkada 2008 dengan sukses dan tanpa ekses. Untuk rencana kedepannya Asep belum dapat menentukan. Walaupun ada beberapa parpol yang mengajaknya untuk bergabung namun dia masih mempertimbangkan. “Saya tidak menampik ajakan tersebut hanya saja saya masih harus memikirkan beberapa pertimbangan,” ujarnya ayah dari Vicky Rizkiyansyah buah cintanya dengan Retno Fitriyani ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: