Menanggung Bersama Pembebasan Lahan Tol

PEMKAB Sumedang meminta persetujuan DPRD menyusul adanya kesepakatan pembiayaan untuk penyediaan lahan pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

            “Pansus dibentuk karena pembiayaan pembebasan lahan itu menjadi beban APBD dan butuh persetujuan DPRD sehingga dibentuk Pansus,” kata drg Rahmat Juliadi wakil ketua Pansus.

            Menurutnya, pansus itu hanya bekerja untuk menelaah soal kesepakatan Pemprov Jabar dan tiga kabupaten termasuk Sumedang. “Jadi kerja Pansus tidak akan lama hanya semingguan karena bekerja untuk menelaah kesepakatan saja,” kata Rahmat.

            Kesepakatan bersama itu dibuat antara Pemprov Jabar, Pemkab Bandung, Sumedang dan Majalengka. Dalam kesepakatan itu tercantum kalau untuk pembiayaan pembebasan lahan jalan tol Cisumdawu itu ditanggung bersama antara Pemerintah pusat, Pemprov Jabar dan tiga Pemkab Sumedang, Bandung serta Majalengka.

            Untuk pembiayaan pembebasan lahan jalan tol ini ditanggung pemerintah pusat 50 persen dan sisanya ditanggung Pemprov Jabar dan tiga kabupaten yang dilintasi jalan tol. “Telah dibuat kesepakatan antara Pemprov Jabar, Pemkab Sumedang, Bandung dan Majalengka untuk pembiayaan penyediaan lahan jalan tol,” kata Dede Hermasah Kepala Bappeda. Kesepakatan dibuat pada 27 Desember lalu.

            Total pembiayaan untuk pembebasan lahan itu mencapai Rp 504,84 miliar. Pemerintah pusat bersedia menyiapkan anggaran 50 persen atau Rp 252,4 miliar. Sedangkan sisanya ditanggung Pemprov Jabar Rp 84,62 miliar (33,52 persen), Pemkab Bandung Rp 11 miliar (4,36), Pemkab Sumedang Rp 149,8 miliar (59,35) dan Pemkab Majalengka Rp 7 miliar (2,77).

            Sementara peran Pemkab Sumedang dalam MoU itu untuk biaya penganti lahan akan dikonpensasikan dalam bentuk tukar menukar atau ruislag pengganti lahan IPDN dan Perhutani yang terlawati jalan tol. Lahan yang akan tukar guling itu di IPDN seluas 47 hektare dan hutan di Ujungjaya yang dikelola Perhutani 60 hektare.

            Rencana pembebasan lahan ini akan dimulai tahun 2008 dan tuntas 2009 yang dilanjutkan pembangunan fisik. Proyek jalan tol ini selesai pada tahun 2013.

            Pemkab Sumedang akan meminta lahan negara milik pemerintah pusat yang dikelola Depdagri dan Departemen Kehutanan (Dephut) menjadi aset Sumedang. Lahan yang diminta menjadi aset daerah itu adalah lahan IPDN seluas 47 hektare dan 60 hektare lahan hutan yang dikelola Perhutani di Ujungjaya.

            Ketua Pansus DPRD tentang Jalan Tol Ismet Suparmat menyebutkan untuk membebaskan lahan tol itu Pemkab Sumedang harus menyiapkan anggaran Rp 149,8 miliar. “Tapi tidak mungkin Sumedang mempunyai anggaran sebesar itu. Pemkab Sumedang mengajukan biaya penganti lahan itu dikonpensasikan dalam bentuk tukar menukar atau ruislag pengganti lahan IPDN dan Perhutani yang terlewati jalan tol,” kata Ismet Suparmat.

            Hanya saja, terang dia, untuk tukar guling itu Sumedang sama sekali tidak mempunyai aset untuk penganti lahan IPDN dan Perhutani itu. “Makanya Pemkab harus mengirim surat ke Depdagri dan Dephut untuk meminta lahan negara itu menjadi aset daerah Sumedang,” kata Ismet. Sehingga nantinya tak perlu ada ruislag lagi karena lahan itu menjadi aset Pemkab, imbuhnya.

            Disebutkan, sebelumnya Pemkab Sumedang tahun 2005 lalu sempat mengirim surat ke Depdagri untuk meminta lahan IPDN itu menjadi aset daerah. “Ketika Mendagri masih Muhamad Ma’ruf sebetulnya sudah mengirimkan surat meminta pengalihan lahan. Namun karena Mendagri dan beberapa pejabat diganti maka harus ada lagi surat permohonan baru,” kata Ismet.

            Menurutnya, dulu Depdagri sudah sepakat kalau lahan milik IPDN itu menjadi aset daerah dan dipakai jalan tol. “Sebelumnya lahan itu setuju dipakai tol karena kondisi lahan itu miring dan kalau jadi tol maka bisa menjadi batas lahan IPDN dengan tanah milik warga,” kata Ismet.

            Begitu juga untuk lahan hutan di Ujungjaya yang dikelola Perhutani. “Lahan itu harus menjadi aset daerah tapi kalau harus ruislag kami meminta lahan milik provinsi di Sukasari kaki Gunung Manglayang menjadi aset Sumedang untuk ditukar dengan lahan di Ujungjaya,” katanya. ***

=========================

 

 

 

Setuju Tapi …

           

PANITIA Khusus DPRD menyetujui penyediaan lahan bagi jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dilakukan tukar guling lahan bagi jalan tol. Sebagai wilayah yang paling banyak harus membebasakan lahan yang dipakai jalan tol, Sumedang  meminta konpensasi dalam bentuk tukar gulig atau ruislag pengganti lahan IPDN dan Perhutani yang terlewati trase tol.

            Anggota Pansus Edi Askhari mengakui setuju dengan dilakukannya tukar guling penganti lahan. “Kami setuju dengan adanya tukar guling itu sebagai bentuk konpensasi tapi lahan sebagai pengganti itu yang mana. Kami setuju ruislag tapi jangan aset milik Pemkab,” kata Edi.

            Sebelumnya, terang Edi, Sekda Atje Arifin menyebutkan ada beberapa lahan negara yang bisa dipakai untuk tukar guling. “Namun lahan yang disebutkan itu saat ini sudah dikelola oleh pihak ketiga bahkan ada lahan negara yang terlantar diminta masyarakat untuk dilakukan redistribusi atau redis,” kata Edi yang juga sekretaris Komisi D DPRD.

            Edi menyebutkan kalau lahan untuk tukar guling itu milik Pemprov atau tanah negara pihaknya tidak mempersoalkan. “Karena pengelolaan lahan negara dan pemprov itu bukan kewenangan Sumedang tapi ada di provinsi dan departemen,” katanya.

            Setelah dilakukan pembahasan, DPRD menyetujui kesepakatan bersama Bupati Don Murdono dengan Gubernur Jabar serta Pemkab Bandung dan Majalengka dalam pembiayaan jalan tol Cisundawu. Keputusan itu dilakukan dalam sidang paripurna DPRD tentang jalan tol.

             “DPRD sepakat untuk melakukan tukar guling dengan lahan IPDN dan Perhutani tapi tidak dilakukan dengan aset Pemkab Sumedang yang sudah terdaftar dalam nereca daerah,” kata Edi.

            Menurut Edi, saat ini banyak lahan negera yang terlantar di Sumedang dan belum tercatat sebagai aset daerah. “Lahan itu terlantar dan harus dilimpahkan ke Pemkab Sumedang. Tapi lahan itu jangan yang sedang dalam proses redistribusi dan jangan yang ada di pihak ketiga,” katanya.

            Setelah terjadi pelimpahan aset itu maka harus ada lagi persetujuan DPRD sebelum dikonpensasikan sebagai ruislag ke lahan IPDN dan Perhutani. “Jadi prosesnya masih panjang karena harus melalui beberapa tahap lagi,” katanya.

==========================================

 

 

Proyek Strategis Sepi Investor

PEMBANGUNAN jalan tol Cisumdawu menjadi proyek strategis untuk memecah kemacetan di jalur tengah yang kian padat. Pembangunan jalan tol ini akan menghabiskan anggaran lebih dari Rp 3,7 triliun.

            Untuk tahap pertama jalan tol Cileunyi Sumedang sejauh 22 km dengan lebar jalan 60 meter ini dibutuhkan dana Rp 1,8 triliun. Setiap satu kilometer dibutuhkan dana Rp 40 miliar. Jika sudah jadi jalan tol ini maka jarak Bandung Sumedang itu bisa ditempuh dalam waktu 15 menit.

            Namun dalam perjalannya, rencana pembangunan jalan tol itu mengalami kendala karena sepinya investor. Bahkan sampai tiga kali ditenderkan ternyata sepi dari peminat. Rencananya tahun ini dibuka tender dan Oktober akan diketahui perusahaan yang menang tender.

            Walaupun sepi investor beberapa spekulan tanah sudah mulai mengincar lahan di sekitar koridor tol. Bahkan pengembangan perumahan banyak yang mengincar lahan di Jatinangor dan Tanjungsari untuk dijadikan lokasi perumahan.

Rute tol ini akan menyambung dari mulut tol Padalarang Cileunyi (Panci) menyusur Sungai Cibeusi dan mulai berbelok di perbatasan Desa Cileles dan Cilayung, Kecamatan Jatinangor. Di Desa Cibeusi akan melintasi Kampung Cibeusi dan Cibirubeueut kemudian ke Pajaten hilir, Sindangsari, Cileles di Desa Cileles.

            Di Kecamatan Sukasari yang dilintasi mulai kampung Cipeundeuy, Desa Cilayung dan ke perumahan Jatinangor (Sukarapih). Kemudian bersambung ke Kampung  Nyalindung, Bojong, Karasak, Lebakmaja, Awilega dan Citeureup di Desa Mekarsari.

            Di Tanjungsari Kampung Pasirlayung dan Cijotang (Margaluyu), Babakanpeundeuy (Pasigaran) dan Karanganyar,Mateo (Gudang). Di Pamulihan mulai dari Kampung Cilengsar 1 dan 2 (Desa Cigendel), Karangsari, Sumbersari, Pasarlembang, Cimasuk (Pamulihan). Kemudian bersambung ke Kecamatan Rancakalong mulai dari Sukanegla dan Legor (Pasirbiru), Kampung Cigadog, Sabagi 1,2 dan 3 (Pamekaran).

            Di kawasan Sumedang Kota mulai dri Kecamatan Sumedang Selatan akan melewati Kampung Rancamaya (Ciherang) bersambung ke Kecamatan Sumedang Utara, Binong (Girimukti), Kadupugur (Sirnamulya), Pamatutan, Gadog dan Panyindangan (Mulyasari) dan Desa Margamukti.

            Sedangkan mulai dari Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara hingga Ujungjaya belum diketahui pasti kampung yang dilaluinya. Sedangkan Desa yang dilalui, Desa Mekarjaya, Jatimulya. Kecamatan Cimalaka mulai dri Desa Cikole, Licin, Mandalaherang dan Cibeureum Wetan. KecamatanPaseh mulai dari Desa Legok klaer, Bongkok, Paseh Kaler, Padanaan. Kecamatan Conggeang Desa Jambu dan Babaken Asem serta di Ujungjaya Desa Cipelang dan Palasah.

 

 

 

Info Grafis Tol Cisumdawu

Rencana biaya             : Rp 3,72 triliun

Panjang                       : 60 km

Lahan dibebaskan        : 336 hektare

            Cileunyi-Tanjungsari 69,36 Ha

            Tanjungsari-Sumedang 105 Ha

            Sumedang-Cimalaka     22,38 Ha

            Cimalaka-Legok     41,76 Ha

            Legok-Ujungjaya       98,10 Ha

            Ujungjaya-Kertajati   24    Ha

Kecepatan kendaraan     : 100 km/jam

Jumlah jalur dan lajur      : 2 jalur x 3 lajur

Lebar lajur                     : 3,6 meter

Lebar bahu luar              : 3 meter

Lebar bahu dalam          : 1,5 meter

Lebar median jalan         : 5,5 meter

Lebar Damija                 : minimal 40 meter

Jumlah simpang susun   : 6 buah

Volume lalu lintas          : 18.000 kendaraan/hari

Pelaksanaan                 : pembebasan tanah 2 tahun

                                      Kontruksi 2 tahun

 

 

7 Tanggapan

  1. Saya setuju sekali dengan rencana pembangunan jalan tol ini, semoga segera terlaksana. Setiap orang yg sering melintas Sumedang Bandung pasti bisa merasakan betapa melelahkannya melintasi jalur tersebut karena macet dan lambat terhambat kendaraan2 besar. Jarak Sumedang Bandung yang sebenarnya bisa ditempuh dalam 1 jam mulur jadi 2 jam lebih.
    Ayo pihak2 yg terkait, segera laksanakan pembangunannya ya…saya mendukung.

  2. Saya setuju sekali dengan pembangunan jalan tol tersebut, tapi belum ada penjelasan dari pihak terkait tentang masalah pembebasan lahan untuk jalan tol tersebut kepada masyarakat yang terkena pembebasan lahan tersebut. dan kami mohon penjelasannya kepada masyarakat terkait.
    sebetulnya masyarakat kami sangat mendukung dengan pembangunan tersebut, karena dengan demikian perjalanan antara sumedang-bandung ataupun menuju jakarta menjadi lebih lancar, dibandingkan jalan sekarang yang melalui jalur jatinangor yang sering sekali macet.

  3. Saya Minta peta rencana lokasi ringroads pintu TOL Cileunyi yang baru

  4. saya sangat setuju sekali, karena dengan adanya tol cisumdawu maka kabupaten sumedang akan semakin maju, tapi jangan gara-gara 1 orang tidak setuju membuat proyek ini mundur lagi.

  5. saya sangat setuju sekali dengan rencana pemerintah dalam pembangunan jalan tol ini, terkait dengan ini, saya lihat belum ada respon kedepanya, artinya kapan mulai pembebasan tanah yang akan di lalui oleh jalan tol tersebut. yang saya liat di lapangan hanya pematokan tanah saja, itupun masih belum jelas, dan sebelumnya tidak ada penjelasan terlebih dahulu kepada tanah warga yang kebetulan terkena jalan tersebut.
    Hatur nuhun,,,,,,

  6. saya harap agar sosialisasi dengan masyarakat setempat lebih baik lagi agar tidak membingungkan para pemilik tanah,dan menentukan dengan jelas jalur yang akan dijadikan jalur tol cisumdawu tsb.Juga penentuan harga berdasarkan wilayah harus diperjelas.teima kasih!!!

  7. Saya adalah sllh seorang wrga smdang , kec cmalaka, ds cikole. Saya sngt mendukung skl dgn adanya jln tol semoga cepat di laksanakan , supaya akses menuju bdg dpt di tempuh dgn lebih cepat . Tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: