Honorer Menunggu Janji

PERJUANGAN tanpa akhir. Itulah yang dilakukan sebanyak 3.068 tenaga pendidik dan kependidikan honorer dan sukwan Sumedang belum berakhir. Mereka masih mendambagan menjadi pegawai pemerintahan atau PNS sebagai status pekerjaannya.

            Bertempat di Islamic Center, ribuan guru, tenaga administrasi sekolah dan penjaga sekolah kembali harus berjuang mewujudkan cita-cita mereka. Salah satu bentuk perjuangannya yaitu mencari dan menangkap berbagai peluang sekecil apapun menuju cita-citanya. Dan peluang itu kini dihadirkan dalam sebuah Seminar dan Diskusi Panel Menyikapi Arah Kebijakan Pemkab Sumedang Terhadap Rekruitmen CPNS Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan.

            Meski dengan berdesak-desakan karena jumlah peserta seminar melebihi kapasitas ruangan sehingga sekitar 200-an orang peserta duduk di luar gedung, namun antusias mereka tetap ada. Selain karena sudah membayar biaya keikutsertaan seminar, mereka tak mau kehilangan peluang tersebut, apalagi seminar ini menghadirkan beberapa orang yang berpengaruh dan memegang kebijakan tentang rekruitmen CPNS pendidik dan tenaga kependidikan.

            Hadir sebagai pembicara adalah Bupati Sumedang Don Murdono, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Kusnadi, Kepala BKPPD Zaenal Alimin, sekretaris komisi C C Huliman Abdul Gofur dan Kabag TU Disdik Yana Heryana.

            Bupati Don Murdono menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan tenaga guru dalam mekanisme rekruitmen CPNS dengan mengubah surat keterangan tentang pengangkatan CPNS dari tenaga guru honorer menjadi surat keputusan seperti yang tertuang PP 48/2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS dan PP 43/2007 Tentang Perubahan PP 48/2005.

            Angin segar benar-benar terasa sejuk dihati ribuan pendidik dan kependidikan yang langsung disambut disambut dengan tepuk tangan yang meriah serta ucapan syukur.

            Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honere (FKTH) Tatang Supriatna mengingatkan dan menegaskan bahwa apa yang sudah menjadi angin segar dapat direalisasikan secepatnya. Begitu pula menurut Ketua PGRI Endang Suhandi mengajak kepada seluruh peserta seminar untuk terur mengawal dan mengingatkan bupati dalam mewujudkan kata-katanya. “Kita tunggu janji bupati,” kata Andi, panggilan akrabnya.

            Terbitnya PP tersebut memang sangat melegakan hati para pahlawan tanpa tanda jasa ini, namun dengan adanya penyimpangan kebijakan yang dilakukan pemkab atas penerimaan tenaga honorer baru sebagai CPNS sangat menyakitkan hati mereka.

“Kami sudah memiliki data base tenaga honor yang lengkap, akurat, dan terbaru agar setiap ada rekruitmen CPNS kami mudah mengajukan nama dari tenaga honor ini,” kata Tatang Supriatna.

            Selain tenaga pendidik, terdapat 53 orang tenaga kependidikan lainnya yaitu penjaga sekolah dan bagian TU yang masih berstatus honorer. “Status mereka juga menjadi salah satu perjuangan FKTH,” ujar Tatang.

            FKTH mengharapkan pemerintah menetapkan rasio kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dengan jumlah tenaga yang tersedia. “Kepala sekolah jangan menerima tenaga honorer baru agar tak semakin menyulitkan pemerintah,” tambah Tatang.

            Ketua PGRI Andi mengatakan untuk mewujudkan perjuangan FKTH diperlukan komitmen dan kerjasama dari pemkab melalui BKPPD yang membawahi mekanisme rekruitmen CPNS dengan cara memberikan penghargaan atas kinerja yang telah disumbangkan pada dunia pendidikan dengan memberikan porsi khusus pada jalur penerimaan CPNS tanpa mencampuradukkan dengan pelamar umum.

            Peran DPRD juga sangat diperlukan untuk membuat produk hukum tentang rekruitmen penerimaan CPNS. “DPRD diharapkan dapat memberi masukan kepada DPR untuk merealisasikan PP 43 dan dibentuk petunjuk pelaksanaan atau teknisnya,” kata Andi.

            DPRD saat ini telah berhasil memperjuangkan para guru honorer dengan mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 5,3 milyar untuk pemberian honorarium.

            Para guru sangat terharu menyaksikan komitmen dari para pembicara yang akan bekerjasama melakukan perjuangan untuk tenaga pendidik dan kependidikan berstatus honorer. “Semoga bukan hanya angin segar,” harap seorang guru honorer.

 

Vera Suciati

Satu Tanggapan

  1. Assalamulaikummm

    para anggota dewan tolong segera angkat para guru honorer teh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: