“Apa Sih Bedanya Pemerintah Sama Pemerintahan?”

RUANG paripurna DPRD sempat terlihat aneh. Dari pintu utamanya tak terlihat ada orang yang duduk di balik kursi besar dan tinggi yang biasa diduduki anggota dewan. Tetapi di meja pimpinan sidang tampak Ketua Komisi C H Dedi Ambara Lc dan Sekretaris Panggar Nurdin Zein sedang berbicara.

            Setelah dilihat lebih dekat lagi, ternyata tingginya sandaran kursi itulah yang membuat orang yang mendudukinya jadi tak terlihat. Ternyata orang yang ‘sembunyi’ itu adalah pelajar SD berseragam putih merah lengkap dengan wajah polosnya. “Hai…aku mau nanya-nanya sama anggota DPRD,” kata Firsa, anak kelas 6 ketika disapa.

            Jawaban Firsa diikuti oleh puluhan anak lainnya yang suaranya tak kalah lantangnya sekeras orang-orang yang biasa beraksi di hadapan anggota dewan akhir Pebruari lalu. Sebanyak 30 murid SDN Sukaraja 1 dimapingi tiga gurunya mengunjungi DPRD untuk tugas di sekolahnya menanyakan tentang tugas dan fungsi DPRD.

            Dedi Ambara dan Nurdin Zein menerima kedatangan anak-anak dan dengan senang hati akan menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mereka dipersilakan ke ruang paripurna dan tanpa rebutan atau berisik khas anak kecil, langsung duduk rapi bergaya bak anggota dewan yang sedang sidang. Malah lebih serius anak-anak dibanding anggota dewannya.

            Setelah menyampaikan ucapan selamat datang, anak-anak diberi kesempatan untuk bertanya-tanya. “Silahkan anak-anak apa yang ingin kalian ketahui tentang DPRD?” tanya Dedi Ambara.

            Rita adalah murid pertama yang bertanya tentang tugas dan fungsi DPRD. Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Dedi Ambara dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak. Rupanya, anak SD ini memang kritis. Belum juga pertanyaan satu tertuntaskan, sudah muncul lagi pertanyaan selanjutnya.

            Frendi menanyakan perbedaan pemerintah daerah dan pemerintahan daerah. “Pemerintah lebih menunjuk kepada perorangannya atau orang yang menjalankan pemerintahan, sedangkan pemerintahan itu sendiri adalah suatu wadah atau sistem dalam sebuah negara tempat orang-orang bekerja,” begitu Dedi menjelaskan.

            Seorang anak yang tampaknya mengagumi anggota dewan lantas bertanya apa saja persyaratan menjadi anggota DPRD. “Syaratnya harus menjadi orang baik, cerdas, jujur, adil, beriman dan bertaqwa, lalu menjadi peserta pemilihan legislatif dan jika terpilih maka akan duduk di sini,” jawab Nurdin.

            Perbincangan yang berlangsung sekitar dua jam ini sangat diwarnai dengan keceriaan. Polosnya anak-anak membuat suasana ruang paripurna menjadi hangat, ceria, penuh senyum dan tawa, serta tak membuat kantuk seperti biasanya.

            Menurut Dedi Ambara, kunjungan atau keingintahuan masyarakat ke DPRD akan dilayani semaksimal mungkin, termasuk anak-anak. “Mereka semua masyarakat dan kami adalah wakil dari mereka, sudah tugas kami untuk menjadi wakil mereka dan memperjuangkan hak-haknya,” kata Dedi yang berharap semua masyarakat dapat mengetahui tugas pokok dan fungsi DPRD.

 

vera suciati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: