Sulaeman Jadi Utusan Komisi B

KOMISI B DPRD berhasil memilih utusan komisi ini di Panitia Anggaran. Sebelumnya utusan komisi B di Panggar adalah Faried Susanto namun karena Fraksi Golkar melakukan rotasi dengan menempakanya ke Komisi D. Membuat utusa komisi B di Panggar ini tak ada.

            Pemilihana pun digelar dan diikuti sembilan anggota komisi B. Enam orang anggota komisi ini masuk bursa yakni Sulaeman SAg, Atang Setiawan, Ade Sutrisno, Hj Yati Suhayati, Kusdiaman dan Apiatno. Dari pemilihan ini muncul nama Sulaeman SAg dan Yati Suhayati dengan empat suara dan satu abstein.

            Pemilihan dilakukan untuk putaran kedua dengan calon dengan nomor urut satu Hj Yati Suhayati dan nomor dua Sulaeman SAg. Saat putaran kedua ini, Sulaeman unggul dengan lima suara dan tiga suara untuk Yati Suhayati sedangkan satu tidak sah karena salah menulis nomor.

            Pemilihan sendiri dilakukan dengan cara penomoran mulai 1-6 dan pada putaran kedua menjadi nomor urut 1 dan 2. Nomor 1 untuk Yati Suhayati dan 2 untuk Sulaeman. Namun ada calon yang salah menulis nomor karena lupa kalau nomor urut sudah dirubah.

            “Pemilihan anggota komisi B yang menjadi utusan untuk di Panggar dan dilakukan dengan voting. Sulaeman memang dengan lima suara dari sembilan yang hadir,” kata Nurdin Zaen wakil ketua Komisi B

            Dengan pemilihan memlaui voting itu menempatkan kembali Sulaeman SAg anggota DPRD asal PAN masuk lagi menjadi Panggar. Sebelumnya anggota komisi B ini dicopot oleh PAN melalui Fraksi Demokrat dari kursi anggota Panggar.

            Penarikan Sulaeman ini diganti oleh Dudi Supardi.  Ketua DPD PAN Asep Sumaryana mengatakan pergantian anggota Panggar sebagai bentuk penyegaran saja.

Menurutnya, anggota dewan dari PAN harus menguasai fungsi DPRD yakni legislasi, anggaran dan pengawasan. “Jadi Dudi yang baru masuk itu harus mengusai fungsi anggaran juga. Sebab untuk melakukan pengawasan dan legislasi itu perlu mengetahui masalah anggaran,” kata Asep.

            Sebelumnya PAN mengirimkan surat nomor PAN/1008/B/K-S/XII/2007 tertanggal 8 Desember 2007 ke Ketua Fraksi Demokrat. Namun karena tak ada tanggapan PAN kembali mengirimkan surat penegasan pada 21 Januari lalu.

            Ketua Fraksi Demokrat Otong Dartum akhirnya mengabulkan permintaan itu dan menggeser Sulaeman dari Panggar dan diganti Dudi Supardi. Melalui surat nomor 03/FPD-DPRD/I/2008 tertanggal 25 Januari. “Sesuai dengan surat dari PAN, Suleman dirotasi dan diganti Dudi Supardi,” tulis Otong dalam suratnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: