PNS Dapat Rapelan Beras

DALAM struk gaji pegawai negeri sipil (PNS) tahun ini akan mendapat tambahan. Jumlah penghasilan itu akan bertambah beberapa ratus ribu menyusul diberikannya selisih kenaikan harga beras. Selisih kenaikan harga beras yang terjadi sejak 2007 lalu akan dibayarkan ke pegawai pemerintah. Para PNS ini akan mendapat rapelan selisih kenaikan harga beras selama setahun. Untuk membayar rapelan ini APBD 2008 telah menyiapkan anggaran Rp 1,68 miliar.

            Sekretaris Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Nurdin Zaen menyebutkan untuk tahun ini telah disepakati anggaran Rp 1,68 miliar untuk membayar selisih tunjangan beras bagi PNS. “Karena ada kenaikan harga beras maka selisihnya dibayar tahun ini. Perhitungan kenaikan dilakukan mulai Januari tahun lalu sehingga pembayaran tunjangan itu dirapelkan,” kata Nurdin.

            Nurdin menyebutkan pemberian selesih kenaikan harga beras itu ditetapkan setelah APBD 2008 dilakukan evaluasi. “Ada anggaran yang sebelumnya tersedot untuk Pilkada tapi karena biaya itu ada bantuan dari APBD Jabar maka terjadi penghematan di APBD Sumedang. Anggaran itu salah satunya dipakai untuk membayar kenaikan harga beras ini,” kata Nurdin.

            Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Suhara menyebutkan pihaknya baru mengajukan anggaran untuk tunjangan beras yang harga diseuaikan dengan kenaikan pada tahun ini. “Pengajuan anggaran dilakukan tahun ini karena telah terbit SK dari Dirjen Anggaran Depkeu tentang selisih kenaikan harga beras pada 13 Desember 2007,” kata Suhara.

            Sesuai surat dari Dirjen Anggaran itu kenaikah harga beras untuk tunjangan PNS itu Rp 310 per kilogram. Selisih kenaikan harga beras ini diberlakukan sejak 1 Januari 2007 lalu.

            PNS sendiri mendapat jatah 10 kg beras per bulan per orang ditambah tunjangan beras untuk istri dan anaknya yang menjadi tanggungan. “Kebutuhan anggaran tunjangan beras untuk tahun 2007 dan 2008 ini mencapai Rp 3,3 miliaran. Tapi karena keterbatasan anggaran tahun inimaka baru diajukan untuk tahun 2007 saja dan sisanya akan dialokasikan pada perubahan APBD 2008,” kata Suhara.

            Pemberian selisih kenaikan beras ini diberikan sejak tahun Januari 2007. “Jadi alokasi untuk tahun 2008 akan dibayarkan pada perubahan anggaran nanti,” kata Suhara.

            Rata-rata jika dihitung selisih kenaikan harga beras tunjangan PNS dan istri serta satu anak bisa mencapai Rp 10 ribu lebih atau dalam setahun mendapat Rp 120 ribuan. Jumlah PNS di Sumedang sendiri mencapai 13 ribuan. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: