Menuju Desa Mandiri Energi

BAHAN bakar minyak yang berasal dari biogas sudah bukan hal terlalu asing bagi para peternak sapi di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan.  Di Desa ini terdapat 200 KK yang bermata pencaharian sebagai peternak sapi, beberapa diantaranya sudah menggunakan biogas sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

            Namun, sayangnya bio gas yang didapatkan dari limbah kotoran sapi tersebut tidak dimanfaatkan semua para peternak. Sebagian memilih membuang kotoran sapinya begitu saja, bahkan untuk memprosesnya menjadi pupuk kompos pun tidak dilakukan. Kendalanya, limbah kotoran sapi itu akan sangat bermasalah jika pada musim hujan seperti sekarang ini.

            Menyadari bahwa bio gas sangat bermanfaat, apalagi dengan memproduksi gas alami tersebut, limbah kotoran sapi teratasi, peternak sapi di Desa Haurngombong bertekad akan memproduksi biogas secara besar-besaran untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar bagi seluruh penduduknya.

            Penggunaan bio gas bagi seluruh penduduk Desa Haur Ngombong diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan. Oleh karenanya, desa ini dinyatakan sebagai Desa Swadaya Mandiri Energi.

            Danny mengakui bangga terhadap kreativitas dan kemauan penduduk Desa Haurngombong. “Penduduk Haurngombong telah membantu pemerintah dalam upaya konversi minyak tanah ke gas. Upaya ini sangat membantu pemerintah yang sedang bekerja keras mengurangi konsumsi minyak tanah,” ujar Danny.

            Biogas yang dibuat para peternak ini tak hanya berfungsi sebagai bahan bakar untuk memasak saja, melainkan juga untuk energi listrik. Dengan kedua manfaat ini, masyarakat sudah sangat diuntungkan karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya listrik dan minyak tanah.

            Konsumsi rata-rata minyak tanah untuk setiap KK adalah 3 liter/hari. Dengan menggunakan biogas, beban minyak tanah itu bisa berkurang 2 liter atau hanya menggunakan 1 liter/hari. Namun bila biogas dapat diproduksi setiap hari, beban minyak tanah sama sekali hilang.

            Program mandiri energi yang bekerjasama dengan Unpad ini menargetkan dibangunnya 200 unit instalasi produksi biogas untuk digunakan 1000 K. Saat ini sudah terbangun 50 unit. Setiap unit, digunakan untuk 5 KK. “Satu instalasi biogas yang dibangun di satu kandang sapi akan digunakan untuk 5 KK yang lokasi rumahnya berdekatan,” kata Kepala Desa Haurngombong Adang SP.

            Kebutuhan bahan baku bio gas ini dapat dipenuhi dari sapi sebanyak 2-3 ekor sapi. “Kotoran sapi yang diperlukan bisa dari satu kandang atau hasil iuran dari setiap kandang, jika setiap kandangnya hanya ada satu sapi” kata Adang dengan mengharapkan bahwa cara seperti ini dapat memunculkan rasa kekeluargaan, toleransi, kerjasama diantara KK.

            Terdapat tiga kelompok peternak sapi di desa ini yaitu Harapan Sawargi, Wargi Saluyu, dan Harapan Jaya. Peternak Harapan Sawargi sudah semuanya menggunakan bio gas.

            Rata-rata dari setiap peternak ini memiliki 4-6 ekor. Jumlah total sapi yang diternak di Desa Haur Ngombong ada 679 ekor. Sebelum dicanangkan sebagai desa swadaya energi, beberapa peternak sapi memang mengolah biogas dari kotoran sapinya.

            Namun, karena dengan peralatan sederhana dan area pengolahan kompos tidak terlalu luas, kadang produksi biogas mengalami masalah. Memang tidak diperlukan lahan luas untuk menyimpan digester (tabung atau tahapan akhir dimana kotoran sapi berubah menjadi gas), namun lahan itu harus aman dari segala gangguan, seperti tumbuhan yang akan merambatinya atau sesuatu lainnya yang dikhawatirkan akan membuat tabung bocor.

            Tabung ini juga harus aman dari dari pejalan kaki atau siapa saja yang melewatinya karena bisa saja ada puntung rokok dengan sisa api yang dibuang dan dapat membuat bocor tabung. Tabung digester terbuat dari kantong plastik besar (digelembungkan sehingga berbentuk tabung) berdiameter 1 meter dan panjang 5 meter. “Sekarang akan disiapkan lahan luas untuk menyimpan tabung digester,” kata Adang yang menyebutkan bahwa setiap 1 unit biogas akan dipakai untuk 4 KK.

 

Vera Suciati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: