Menunggu Janji Perhutani

PENDUDUK yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang dikelola Perhutani di Desa Jingkang, Kecamatan Tanjungmedar menagih janji. Sebelumnya warga desa di sekitar lahan hutan seluas 530 hektare dijanjikan Perhutani diberi satu persen dari keuntungan penebangan kayu untuk pembangunan desa.

      Namun ditunggu sampai dua kali penebangan yang dilakukan Perhutani ternyata janji itu tak kunjung datang. “Saya sendiri sudah menanyakan ke Perhutani tapi belum mendapatkan jawaban yang memuaskan,” kata Cece Kepala Desa Jingkang.

      Cece mengaku ia kerap mendapat tudingan dari masyarakat kalau dana bantuan itu sudah ada tapi tak disalurkan. “Banyak masayarakat yang menuding saya karena tidak menyalurkan dana bantuan itu,” keluh Cece.

      Bahkan, terang dia, ketika ada syukuran penebangan pohon di kawasan hutan yang dilakukan Perhutani ia tak datang. “Saya sampai tak hadir dalam acara syukuran itu karena untuk menghindari tudingan,” katanya.

      Di kawasan hutan Jingkang itu ada Perhutani menggelar program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Warga disekitar hutan itu diberi pengelolaan hutan dan akan diberi konpensasi. Di hutan ini ditanam kayu rawa dan pada tahun 2007 telah dilakukan penebangan. “Sebelumnya dijanjikan warga di sekitar hutan akan mendapat satu persen dari keuntungan penebangan,” kata Cece lagi.

      Selain akan memberikan bantuan uang, menurut warga, Perhutani juga menjanjikan akan membantu batu koral untuk perbaikan jalan yang rusak serta membangun bale kampung. Tapi sampai saat ini warga masih menunggu Pehutani untuk merealisasikan janjinya itu.

      Humas Perhutani Suryana menyebutkan, di lahan hutan yang ada program  PHBM memang ada sharing dengan masyarakat. “Sharing itu ada hitungannya dan diberikan dari kayu yang telah dijual dan dihitung dari keuntungan bersih,” kata Suryana.

      Ia menyebutkan dirinya akan melakukan penegecekan dulu atas kayu itu yang telah ditebang apakah sudah terjual atau belum. “Saya sedang menelusurinya. Sharing juga ada hitungana mulai dari penjarangan pertama, kedua sampai dilakukan penebangan,” kata Suryana tanpa menyebutkan besarnya sharing yang diberikan. ***

 

 

KPU Bahas PAW

Tiga Anggota Fraksi Golkar

PANITIA Musyawarah (Panmus) DPRD tuntas membahas permohonan  Partai Golkar yang mengajukan recall tiga anggota DPRD yang telah diberhentikan dari partai berlambang pohon beringin ini.

      Pemberhentian tiga kader dari anggota Golkar menyusul sikapnya yang tidak sejalan dengan kebijakan partai dalam mengusung calon bupati. “Panmus telah melakukan pembahsaan surat yang diajukan oleh Gokar dan secara administrasi pengajuan itu memenuhi syarat,” kata Atang Setiawan, ketua Panmus.

      Ia menyebutkan salah satu alasan recall sesuai dengan tata tertib (Tatib) DPRD yang diajukan partai. “Salah satu alasan PAW adalah partai menarik anggota dari kursi DPRD,” kata Atang.

      Menurutnya, pihaknya sudah meminta sekretariat DPRD unuk membuat surat rekomendsi ke KPU. “Surat soal PAW diajukan ke KPU dan nanti KPU yang memproses dan melakukan verifikasi terhadap calon PAW dari Golkar itu,” katanya.

      Ketua Fraksi Golkar yang juga wakil ketua DPD Golkar Ismet Suparmat menyebutkan saat ini tiga calon pengganti untuk duduk di kursi DPRD sedang mempersiapkan persyaratan. “Surat pengajuan pergantian antar waktu (PAW) sudah disampaikan ke DPRD dan para pengganti saat ini sedang mengurus persyaratan administrasi,” kata Ismet, kemarin.

      Ketiga anggota Fraksi Golkar yang diberhentikan itu Barnas Komaludin, Yogi Yaman Santosa dan Yogaswara. Golkar telah mempersiapkan dan mengurus kelengkapan persyaratan bagi Jajang asal daerah pemilihan dua yang akan menggantikan Yogaswara. Kemudian Yogi Yaman Santosa diganti Taryana untuk daerah pemilihan empat dan Barnas Komaludin asal daerah pemilihan lima digantikan mantan anggota DPRD Tati Kusuma.

      Ismet menyebutkan pihaknya akan cepat mengurus persyaratan para pengganti anggota dewan yang dipecat itu. “Kami akan melakukan cepat karena masa tugas DPRD periode saat ini sampai Agustus 2009,” katanya.

      Namun, terang Ismet, soal pelantikan para pengganti ini tergantung dari keputusan gubernur. “Bisa dari kami cepat menyelesaikan persyaratan namun semua itu harus disampaikan ke gubernur. Soal apakah para pengganti ini bisa menjadi anggota dewan atau tidak tergantung dari SK yang dikeluarkan gubernur,” kata Ismet. Bisa saja oleh gubernur diprosesnya lama sehingga keburu habis masa tugas DPRD, imbuhnya.

      Namun ketiga anggota Fraksi Golkar bersama ketua Wanhat Golkar Endang Sukandar saat ini sedang mengajukan gugatan atas pemberhentian mereka ke pengadilan negeri. Mereka menilai pemberhentian itu cacat hukum dan pengadilan sendiri saat ini sedang melakukan persidangan gugatan atas SK pemberhentian mereka.

      Sementara itu DPRD telah mengirimkan surat pergantian antar waktu (PAW) tiga anggota dewan ini ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumedang. Ketua KPU Asep Kurnia mengatakan pihaknya telah menerima surat dari DPRD tentang PAW tiga anggota dewan dari Golkar. “Kami sudah menerima surat pengajuan PAW dari DPRD dan minggu ini mulai akan dibahas,” kata Asep.

      Asep menyebutkan pihaknya akan melakukan verifikasi ke calon anggota dewan pengganti. “Kami akan melakukan verifikasi apakah calon penganti itu memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota dewan,” kata Asep.

      Menurut Asep dari tiga calon penganti itu ada yang langsung melompat ke nomor urut enam. “Padahal di daerah pemilihan empat itu, ada empat anggota DPRD asal Golkar dan kalau terjadi pergantian maka harus ke nomor urut berikutnya yakni nomor lima tapi ini langsung melompat ke enam,” kata Asep.

Selain melakukan verifikasi calon penggantinya juga akan diperiksa kelengkapan surat  pergantian ketika anggota DPRD itu. “Kami akan melakukan verifikasi tentang dokumen-dokumen terjadinya pergantian tiga anggota dewan itu,” kata Asep. ***

 

 

Aspirasi

Kirim Aspirsi anda ke

no nol-delapan-lima-enam-dua-empat-sembilan-nol-nol-lima-nol-tujuh

(Hanya SMS/ SMS only)

Atau email ke aspirasismd(at/a keong)yahoo.co.id


Beredarnya kabar dugaan korupsi yang dilakukan pemda dan DPRD Sumedang sejak 2003 sungguh memprihatinkan. Andaikan benar sangat memalukan sekali. Betapa kekuasaan itu telah memberangus segalanya. Saya berharap ada kejelasan tentang hal ini. KPK satu-satunya lembaga peradilan yang masih mendapat kepercayaan itu. Kita berharap itu semua tidak terjadi. Semoga para pemimpin Sumedang, masih punya akal yang sehat, bukan hanya hati nurani. Amin.
+62852226asdfg

Bapa yang terhormat kapan pengangkatan guru sukwan? katanya setelah GB, padahal kalau pengangkatan sebelum PILKADA akan memungkinkan suara untuk bapak
+62813237asdfg
Yth Bupati/Dewan, pak tolong masalah beras raskin, dalam pendistribusian bongkar/muat agar jangan pakai gancu/kakait besi, agar tidak terlalu susut, agar masyarakat miskin tidak dirugikan karena desa menjualnya perkarung,. kami hitung rata-rata 19 kg, dan ada 10 sampai 12 lobang bekas gancu,. Mohon diperhatikan… Keurmah beasna butut…
+62852940asdfg
Di tiap pemekaran kecamatan sudah ada pospol pramapolsek malah dari bangunan udah layak jadi polsek, yang perlu diperhatikan tenaga bantu pospol belum ada kepastian honor dan pengangkatan. Kita bandingkan di SKPD kecamatan, terlalu banyak sukwan honorer tak jelas jobnya, disalah satu kecamatan, tenaga cleaning service pake jugul desa, untuk penempatan tenaga banpol yang cuma satu orang, tolong bantu koordinasikan ke kepolisian sebab tenaga bantu tersebut ada diambil dari lingkungan pos, masyarakat.

+62813940asdfg

Bapak-bapak yang terhormat, tolong jadikan pemikiran dan sampaikan ke KPU, kami sebagai PPS dan KPPS merasa keberatan kalau surat pernyataan sarat KPPS yang banyak itu harus diatas meterai belum lagi poto 3 buah peranggota, yang harus ditanggung sendiri, pak masyarakat sudah untung mau bekerja juga, disini bukan mau melamar pekerjaan, kenapa dipersulit? ini hanya panggilan jiwa sebagai bela negara, untuk ikut sukseskan PILKADA 08, Km bkn 1x ini saja, coba hemat biaya ini kan jaman sulit, kalau tidak mau ditinggal PPS+KPPS, kami sudah bekerja sejak oktober 2007 untuk negara, tapi koq banyak peraturan dibuat2, sampai ada 10 macam, km adalah orang-orang pilihan yang ditugaskan untuk pemilu bukan orang bodoh yang tidak bisa menulis dan membaca, apalagi harus bermeterai, cepet instruksikan masalah ini sebelum kami membubarkan diri PPS+KPPS se-wilayah kec. Kami apalagi PPS harus ngutang sana ngutang sini untuk beli meterai dan dipoto…! Pilpres saja ngak gini-gini amat, tolong bikin aturan yang simpel…! Kami bubar kalau tidak didengar
+62815728asdfg


Sebaiknya kegiatan yang pada bagian-bagian di setda dihapuskan saja karena pembayaran honorarium tidak sesuai dengan jumlah uang yang harus ditandatangani terlalu gede dipotongnya. Contoh harusnya terima 800rb hanya mendapat 200rb kurang 600rb entah digunakan untuk apa dan tidak terbuka!
+62813218asdfg


Mobil dumtruck yang muatannya melebihi tonase dan mengganggu kenyamanan lalu lintas bisa bebas melalui jalan Sumedang. Katanya ada kontribudi pada jembatan timbang. Ditunggu tindakannya dari kepala Dishub dan Kapolres.
+62815723asdfg

Katanya ada uang beasiswa bagi guru yang kuliah ke S1 itu yang udah PNS bagi guru sukwan bagaimana? Apakah mereka akan dapat juga, ada guru yang kuliah di UNINUS Strj tidak diteruskan, tetapi dia mengajukan ke dinas pendidikan. Dia bernama DADANG HARTIWAN dan MIMIN SUMINAR yang dari Cibugel, kalau ingin jelas silahkan cek ke UNINUS strj ke pa asep teman pa don, tolong perhatikan yang guru sukwan yang sedang menempuh S1
+62813237asdfg

Persyaratan KPPS yang harus memakai materai 7 buah, sangat memberatkan. Walau ada wacanan KPU akan menanggung, sampai saat ini belum. Padahal batas akhir pembentukan KPPS, tanggal 13 Maret 2008. Kalau belum siap undurkan. Sehingga PPS belum berani membentuk. Padahal KPPS itu ujung tombak, salah saja PPS menunjuk orang akibatnya fatal. Tapi cara KPU memperlakukannya kurang rasional. Mau pun mereka  jadi KPPS, itu perlu KPU hargai. Terlebih upahnya yang hanya sedikit.
+62852226asdfg


Kenaikan tarif PDAM tidak diimbangi pelayanan yang nyaman pada konsumen. misalnya konsumen tetap harus bayar. air tidak mengalir.
+62813942asdfg

Bapak yth. Aduh sedih lihat kota Sumedang yang ancur jalannya dimana-mana, pedah orang sok panguseup(hobi), jalan jariga balong, malu dong ama tamu yang lewat dari luar kota
+62813221asdfg


Pa tolong jelaskan apa kerja BPD yang terbentuk di tiap Desa? kalau bisa bubarkan saja BPD!
+62852943asdfg


Ketua dan Anggota dewan yang terhormat. Pengawas TK/SD sebagai penanggung jawab mutu pendidikan merasa termarjinalkan dan luput dari radar kebijakan seolah-olah kami tak ada dan takpenting beda dengan penilik luar sekolah yang seperti mendapat perhatian ekstra dengan diberikan fasilitas kendaraan roda dua tapi pengawas TK/SD tidak mendapat perhatian seperti itu. Atau memang keadaan kami tidak dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan?
+62819147asdfg

2/2
08, itu bagaimana? Mohon penjelasannya, terimakasih. (Anggota PPS).
+62813220asdfg


Sebagai wakil rakyat tentunya mempunyai kepedulian yang tinggi dengan krshan o/ rakyatnya… Krshan itu adalah belum dibayarnya rapel k-2 atau rapel gaji baru cpns kami ingin kepastian kapan akan d’byarkan sebelum prajabatan…
+62813218asdfg

Tunjangan kepala desa sebaiknya diberikan kepada kepala desa yang berprestasi dulu, supaya ada sikap berkompetisi.
+62815723asdfg


Alhamdulillah pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Sumedang telah terlaksana dan berjalan lancar. Walaupun disana sini masih terjadi kecurangan-kecurangan. Hal itu wajar kita semua dalam taraf pembelajaran demokrasi. Hanya yang jelas, menurut saya proses demokratisasi akan berjalan dengan bersih lima tahun yang akan datang, saat para kontestan itu tidak ada yang dari mantan pejabat. Pilkada akan terasa lebih bermakna. Tidak seperti sekarang ini, betapa kekuasaan telah membutakan mata.
+62852226asdfg

Bagi Bapak-bapak dari mulai Bupati sampai dengan Kades harus siap mensejahterakan rakyat. Jangan bapak saja yang sejahtera, rakyat sengsara, nanti ditagih dihadapan Allah SWT.
+62815723asdfg

Kepada Yth: Bapak-bapak Wakil Rakyat. Kami pengrajin-pengrajin batik kasumedangan mengapa kami tidak diperhatikan, tidak ada lagi pesanan pak batik, akhirnya kami menganggur, sedangkan modal belum punya, adakah solusinya pak? adakah bapak-bapak wakil rakyat yang ingin jadi bapak angkat kami, untuk para perajin batik khas kasumendangan, kami mohon dengan sangat kabar dari bapak wakil rakyat. Wasalam. Kami rakyat Sumedang.
+62852136asdfg

1/2
Ass. DONTOP rapel nu 7 bulan CPNS 07, enggal lungsurkeun, peryogi kanggo bekel prajabatan, apan DONTOP tos kenging, ayeuna kudu emut ka handap, bilih teu barokah manten
+62813220asdfg

 

Tuan2 di komisi C, tolong dong jangan diam saja mengenai proses UAN sekarang. Koq Ribet banget. Berapa uang yang dihamburkan buat bayar pengawas, pemantau dan lain-lain. Disisi lain pembodohan semakin marak, contoh sekarang asal punya uang ingin punya gelar koq gampang, dengan kuliah 1 tahun saja gelar sudah dipundak.
+62852222asdfg

Pa, lulusan SMA mah hayang gawe pabrik ge hese tapi naha hayang lulus ge meni kudu ribet, Tuh nu hayang boga gelar kudu ribetmah da gening teu saeutik ayeunamah boga gelar ladang meuli, jeung loba nu kuliah ngan sataun bari kuliah saminggu sakali rek boga elmu naon ri kitu, boa nu jadi dewan ge aya nu gelarna hasil kitu, abdi jalmi bodo teu tamat smp2 acan, tapi ngabandungan kawas ayeunamah asa ngilu dilieurkeun hariwang ngadengen berita dina tv, radio UAN meni jadi sensasi.
+62852222asdfg

Pa Dewan, kenapa sih di Indonesia tuh lulusan SLTP+SLTA dituntut harus pintar tapi kenapa lulusan universitas sal punya gelar. Gelar dapat dibeli tapi lulus SLTP+SLTA ko dipersulit apa ngak salah tuh? Aneh ya.. Padahal yang merusak negara+rakyat tuh kebanyakan punya gelar bukan lulusan SLTP/SLTA. Pa gelar yang mereka miliki tuh hasil beli jadi otaknya kurang berpikir yang dipikir hanya uang. Dari Kohar Cilayung
+62852222asdfg

Panwaslu Ketika pemilu Sumedang Kerjanya tidak ada, atau kurang sosialisasi kemasyarakat? sehingga ketika minggu tenang banyak pelanggaran. Saat minggu tenang diam saja
+62815723asdfg

1/2
Saya teu ngarti naha pamarentah ngangkat CPNS tanpa dilihat dulu ijasah, masa ijasah agama masuk, padahal fakultasnya tidak jelas, mendingan IAIN jelas fakultasnya adad
+62813237asdfg

Aduh selamat atas kemenangan, mudah-mudahan selamat untuk selamanya. Dan ingat akan JANJInya, guru sukwan yang udah tua+jangan mempermasalahkan ijazah yang penting ijazah keguruan
+62813237asdfg

Gara-gara PILKADA, GURU+TU HONDA, honorna teu turun… duka kamana duka kusaha… teuing diasupkeun kana kotak suara meureun.. BY BUZANGK SKOLA Thea gening…
+62852224asdfg

 Ass. Pa Bupati dan Kepala Dinkes Sumedang, Pelayanan RSUS khususnya pelayanan emergency bersalin “GORENG PISAN”. Keluarga kami mau melahirkan kami seolah-olah dipandang sebelah mata karena pakai kartu Gakin, dan pelayanan yang kami dapat “KACIDA GORENG PATUTNA”, terutama perawatna “JARARUDES”. Faktanya Gakin teh teu banyak syarat nu matak sakarat, jeung dipersulit ku pihak RSUS, karena keluarga kami mengalami sendiri, masuk hari senin dan baru diperiksa dokter rabu, dan waktu itu dalam melahirkannya harus operasi sesar, karena pake Gakin kami terus dipersulit, sehingga nyawa bayi kami tidak terselamatkan. Pak Bupati tolong periksa kinerja pegawai RSU Sumedang atau tutup we lah atawa ganti we pagawe R bersalin ku paraji. Mudah-mudahan Tuhan membalasnya. Terimakasih bagi KIPRAH atas adanya layana aspirasi ini.
+62813988asdfg

Ass. Yth. bupati+wakil+kadinkes. Melalui kiprah, saya sampaikan rasa kekecewaan saya tanggal 19 april jam 8.00 hari sabtu saya datang ke puskesmas cimalaka mau di
periksa gigi, ternyata poli gigi TUTUP, katanya petugas gigi ada yang satu rapat yang satu ada pamengan, kenapa sering nutup? Mana bukti pelayanan berkwalitas?
+62852213asdfg

Ass. punten we pa don… ieu mah suara rakyat alit enjing pan pilkada, abdi bade nyolok no1, tapi sing aya perhatian ka padamel kesehatan, rapel iraha setengah deui? Karunya…
+62813220asdfg

Ass. Selamat kepada bupati+wakil yang terpilih, semoga membawa Sumedang lebih baik. Tolong perhatikan nasib kami, rapel yang setengah tahun lagi, cepat dibagi buat bekep prajabatan+ninggalin yang dirumah mohon perhatiannya, uang itu harapan kami satu-satunya. hatur nuhun

+62813220asdfg

 

 Asalamualaikum, KPUD Kab. Sumedang yang terhormat, saya anggota PPS Buah dua mohon penjelasan kenapa honor PPS sampai tertu
nda 2 bulan padahal SLIP nya udah ditanda tangani, tirma kasih.
+62813220asdfg


2/2
imana-mana tolonglah pemerintah Kabupaten Sumedang itu kan dijadikan contoh, jangan acak-acakan, kalau mau semuanya angkat, jangan berpihak pada seseorang
+62813237asdfg
Selamat atas terpilihnya pa Don+Taupik sebagai bupati dan wakil bupati, mudah-mudahan menjadi pemimpin yang bisa ngangkat derajat para sukwan, saya jadi sukwan dari tahun 2004, sampai sekarang belum mendapatkan ks kontrak atau PNS
+62813201asdfg

 

Ass saya salah seorang masyarakat Sumedang. Saya mau melaporin kelakuan pegawai satpol PP Sumedang Selatan, dari beberapa pegawai ada yang cuma makan gaji buta, malah saya pernah pantau ada yang minum alkohol dikantor, saya harap camat lebih tegas lagi dalam mengambil tindakan? Gimana Sumedang bisa maju kalau pegawai pemda dan satpol PP cuman makan gaji buta. Harap ditindak lanjuti. Terimakasih
+62813223asdfg

Sepanjang jalan Sumedang banyak lubang sehingga kalau naik kendaraan tidak nyaman. Ini akan dibiarkan saja? mohon instansi yang berwenang cepat mengatasinya.
+62852212asdfg

Kapan sumedang punya tv lokal? seru kan kalau perayaan akbar di Sumedang seperti pilkada dapat di siarkan juga di tv lokal Sumedang. Rakyat bisa mengetahui transparansi media pun bisa bangkit di Sumedang.
+62853241asdfg

Bapak dewan kami atas nama masyarakat Jatinangor. Benarkah pelayanan dalam pembuatan kk dan ktp lambat sehubungan blangko kosong. Apakah betul?
+62852944asdfg

 

Bukan Sekedar Tempat Sidang

bapedaGEDUNG ini takkan berarti kalau para penggunanya tidak mampu membina keimanan dan ketakwaan. Tanpa sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, manusia akan menjadi biadab, ingin menang sendiri dan bersikap masa bodoh,” tegas Gubernur Jabar  Aang Kunaefei kala meresmikan gedung DPRD Sumedang.

      Gedung DPRD ini dibangun dengan biaya Rp 225 juta. Gedung yag terletak di Jalan Pengeran Suriatmaja Nomor 10 dan berhadapan langsung dengan Kantor Bupati ini diresmikan, Selasa 9 April 1985.

      Sebelum mempunyai bangunan sendiri, jika DPRD bersidang maka digunakan  ruangan bagian selatan dan tengah yang kini ditempati Badan Keuangan Daerah (Bakuda). Bangunan itu dulu  dikenal dengan ruang sidang DPRD.

      DPRD Sumedang dibentuk pada tahun 1950, sejalan dengan terbitnya Undang- undang Nomor 14 yang menyatakan bahwa Sumedang merupakan salah satu daerah tingkat dua atau kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

      Ketua DPRD yang pertama, R. Abeg Sukandi dari 1950-1955. Kemudian Sumamihardja (1956-1958), Omo Darmawiredja (1958-1961), Sukriadinata (1961-1965), Djahuriadi (1966-1971). Selanjutnya Achmad Mustafa (1971-1977), Oyo Sunaryo (1977-1982), R.Slamet Syam (1982-1985) kemudian  dilanjutkan oleh Sumirat sampai 1987. Omo Rachmay (1987-1992) kemudian  H.Atjep Abdullatief hingga 1997.

      H. Anang Suryana terpilih menjadi ketua DPRD hasil pemilu 1997 dan hanya bertugas dua tahun. Ketua DPRD hasil pemilu 1999, H.Osin Herlianto sampai Januari 2003 dilanjutkan H. Endang Sukandar sampai akhir masa tugas dewan 2004. DPRD hasil pemilu 2004 diketuai Taufik Gunawansyah. Namun setelah terpilihnya Taufiq menjadi wakil bupati, maka ketua DPRD akan diganti lagi.

      Selama 55 tahun Sumedang mempunyai lembaga legislatif sudah memiliki sedikitnya 15 orang ketua DPRD. Sementara itu Sumedang yang pada 22 April 2008 berusia 430 tahun sudah memiliki 36 orang bupati.

      Jumlah itu dihitung mulai dari Prabu Geusan Ulun jumeneng Nalendra Sumedang Larang sampai saat ini. Meskipun Tumenggung Hasan Soeriasatjakoesoemah memerintah dua kali 1946-1947 dan 1949-1950, tapi orangnya masih itu-itu juga. Baru pada tahun 2004 di Sumedang ada jabatan wakil bupati yang berdasarkan undang-undang. ***

Bukan Sekedar Monumen

lingga-duluLINGGA menjadi lambang daerah dan berdiri kokoh di tengah Alun-alun Sumedang adalah monumen. Lingga adalah sebuah penghargaan atas pengabdian memimpin rakyat dibangun di jantung pemerintahan Sumedang. Penghargaan ini justru diberikan kepada bupati yang dianggap akan memberontak oleh Belanda. Sampai saat ini tak pernah ada lagi penghargaan diberikan kepada bupati yang memerintah Sumedang.

      Monumen penghargaan ini dipersembahkan bagi Bupati Pangeran Aria Soeriatmadja yang wafat di Mekah dan dijuluki Pangeran Mekah. Namanya juga diabadikan menjadi jalan persis di sebelah utara Lingga itu. Monumen mirip candi ini didirikan  tahun 1922 setelah bupati yang hidupnya sangat sederhana ini tak lagi menjadi orang nomor satu. Pangeran Soeriatmadja menjadi Bupati  Sumedang sejak 31 Januari  1883-1919.

      Sebelumnya Pangeran Mekah ini dianggap sangat berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan Belanda karena ia melakukan perlawanan melalui tulisan dan menerbitkan buku untuk mencerdaskan dan membangkitkan rakyatnya dari ketertindasan. Akibatnya pusat pemerintahan Sumedang ini dikepung benteng dengan moncong meriam mengarah ke kantor pemerintahan dan kediaman resmi Pangeran Soeriatmaja itu.

      “Pangeran Soeriatmaja ini dianggap berbahaya karena memang melakukan perlawanan dengan membuat buku ditioeng memeh hoedjan yang berisi kesadaran akan sebuah kemerdekaan,” jelas Raden Ahmad Wiriatmaja atau dikenal dengan Aom Ahmad dari Yayasan Pangeran Sumedang (YPS).

      Sebelah utara sekitar 1 km dari pusat pemerintahan Sumedang Larang itu tiga buah benteng dibangun di Gunung Gadung. “Selain ada tempat penyimpanan mesiu juga ada jendela di benteng itu yang bisa melihat dengan jelas kegiatan di pusat pemerintah Sumedang itu dengan mengunakan teleskop,” kata Aom Ahmad.

      Sebelas Timur benteng di gunung Palasari yang memiliki ketinggian 700 meter diatas permukaan laut (dpl) juga mengawasi aktifitas bupati yang sangat berpengaruh di tatar Priangan itu. “Dari Benteng Palasari itu di bagian bawahnya merupakan tangsi militer yang sekarang menjadi Markas Kodim 0610 Sumedang,” katanya.

      Benteng juga dibangun di Gunung Kunci yang merupakan yang paling lengkap serta di Pamarisen, Desa Mekarjaya dan di Pasir Bilik Gunung Datar. “Praktis pusat pemerintahan itu dikepung benteng dan serdadu Belanda dengan peralatan perangnya,” katanya lagi.

      Tetapi walau dianggap akan memberontak tetapi Belanda justru memberi penghargaan karena keberhasilannya memimpin dan mensejahterakan rakyat Sumedang. Monumen Lingga sendiri diresmikan oleh Gubernur Jenderal Mr D Fock di bagian dindingnya ditulis, Pangabakti Ka Suwarginan Pangeran Soeriaatmadja, Bupati Sumedang 1883-1919, ping 1 Juni 1919.  Bagian atas Lingga berbentuk setengah bola dan terbuat dari plat tembaga, konon melambangkan setinggi-tingginya puncak prestasi manusia, tidak akan mencapai kesempurnaan yang hakiki, sebab kesempurnaan sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT.

      Sedangkan pintu Lingga sendiri, yang dibangun empat buah pada setiap penjuru mata angin dengan anak tangga bertrap-trap sebagai simbol pendakian ruhani manusia dalam mencapai keridloan Allah dengan terlebih dahulu menguasai empat unsur nafsu yang terdapat pada diri setiap insan,  amarah, sawiyah, lawamah dan mutmainah. Dengan penguasaan keempat unsur nafsu itu, maka manusia dengan pengampunan Allah.  Atas segala dosanya, diibaratkan seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. ***

 

 

Negeri Para Pengembara

DALAM Babon Darmaraja  yang datang pertama kali ke wilayah yang sekarang dinamai Darmaraja itu adalah kaum awam antara lain pemburu hewan dan pengembara. Mereka hidup disana kemudian datang juga golongna resi yang menyebarkan agama.

      Salah satu yang datang ke tempat itu Sanghiyang Resi Agung dari Nagri Galuh dan membuat padepokan di Cipeueut (Desa Cipaku Darmaraja, red) pinggir Sungai Cimanuk.  Kemudian datang juga Guru Aji Putih ke tempat yang kini bernama Leuwihideung. Saat itulah mulai berdiri kerajaan Tembong Agung.

      Guru Aji Putih inilah yang menyebarkan agama Islam di Sumedang dan dia adalah orang pertama yang bergelar haji karena berangkat ke Mekah untuk memperdalam agama Islam.  Nama Aji Putih pun berubah menjadi Guru Haji Aji Putih atau Haji Darmaraja. Makam Prabu guru Aji Putih itu kini berada di Pajaratan Landeuh Desa Cipaku.

      Sumedanglarang sendiri muncul saat Tajimalela berkuasa di wilayah ini. Tajimalela saat itu berseru Insun Medal Madangan ketika  selesai bertapa brata. Namun tak ada yang pasti apa arti kalimat itu. “Dari cerita-cerita di masyarakat maksudnya  kula lahir di tempat ieu (madangan=tempat nyampurnakeun). Nama itu berubah melalui proses nasal (istilah basa) Sumedang Rarang dan menjadi Sumedang Larang,” kata Dharmawan yang lebih dikenal dengan nama Aki Wangsa yang juga pengarang buku Rucatan Budaya Bumi Sumedang.

      Tajimela ini kemudian menyerahkan kekuasan kepada ketiga anaknya Sunan Ulun, Prabu Lembu Agung dan Prabu Gajah Agung yang akan menjadi raja dengan menyebutkan siapa yang membelah dewegan (kelapa muda) dan ada airnya dialah yang nanti menjadi raja setelah mereka sebelumnya bertapa. “Ternyata yang membuka dewegan ada airnya itu Prabu Lembu Agung tetapi ia menolak menjad raja karena sesuai tradisi yang menjadi raja yang tertua,” katanya dan terjadi perkelahian karena tidak mau menjadi raja itu.

      Namun akhirnya Tajimalela dan ketiga anaknya bermusyawarah dan memutuskan Prabu Lembu Agung yang menjadi raja. “Dari Prabu Lembu Agung inilah keluar kata lisan Darma Ngarajaan (hanya sekedar menjadi simbol raja saja, red) yang akhirnya menjadi daerah Darmaraja,” katanya. Kini Makam Prabu Lembu Agung berada di Astana Gede Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja.

      Sementara Tajimalela akhirnya bertapa ke Gunung Lingga hingga akhir hayatnya dan makamnya juga berada di puncak Gunung Lingga Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu.  Kerajaan Sumedang Larang kian maju pesat dan akhirnya memintahkan keraton kerajaanya dari Leuwihideung ke Ciguling Pasanggrahan dan dilanjutkan ke Kutamaya. ***

 

Berdaulat di Jim Akhir

dalem-soeria-soemantriSUMEDANG genap 430 tahun pada Jumat 22 April 2008. Angka ini dihitung dari runtuhnya kerajaan Pajajaran setelah adanya serangan laskar gabungan dari kesultanan Banten, Angke, Demak dan Pakungwati.

      Saat itu Sumedanglarang merupakan bagian dari Pajajaran, tapi tak ikut runtuh karena agama Islam sudah masuk dan dianut di Sumedanglarang. Islam masuk ke Sumedanglarang dari arah bagian timur yakni Pakungwati alias Cirebon ketika pemerintahan dipegang Pengeran Kusumahdinata atau dikenal Pangeran Santri (1530-1578).

      Pangeran Kusumahdinata merupakan ahli waris Prabu Linggawastu salah seorang Raja Pajajaran putra dari Nyimas Ratu Ranggawulung dengan Pangeran Pamelekaran yang keturunan Sunan Gunung Jati. Pangeran Kusumahdinata lahir 6 Kresnapaksayastamasa 1427 Caka atau 21 sayafar 911 Hijriah bertepatan dengan tanggal 26 Mei 1505 Masehi.

      Diangkat menjadi raja Sumedang larang pada 13 Kresnapaksa asyiyimasa 1452 Caka bertepatan dengan tanggal 28 Syafar 937 H atau 20 Oktober 1530. Wafat 10 Sukrapaksa Asyiyimasa 1501 Caka atau 10 Syaban 987 H atau 2 oktober 1579. Setahun setelah menyerahkan kekuasaan pada putranya, Pangeran Angkawijaya alias Pangeran Kusumadinata II yang lebih dikenal dengan sebutan Prabu Geusan Ulun.

      Ada tiga sumber yang dijadikan sebagai pegangan dalam menentukan runtuhnya kerajaan Pajajaran, sekaligus mengawali berkembangnya Sumedanglarang.

      Pertama, kita Warugajagat yang disusun oleh Mas Ngabehi Parana pada tahun 1117 H. Meskipun isinya hanya berupa literatur, tetapi sangat membantu dalam usaha mencari tanggal yang tepat kaitannya dengan penentuan hari jadi Sumedang.

      Dalam Warugajagat disebutkan, “… Pajajaran merad kang ing dina Salasa ping 14 wulan syafar tahun Jim akhir”. Kalimat tersebut diartikan Pajajaran hancur pada hari Selasa 14 Syafar tahun Jimakhir.

      Kedua, buku Rucatan Sajarah, susunan Dr R Asikin yang isinya menyebutkan Geusan Ulun jumeneng Nalendra (harita teu kababawa ku sasaha) di Sumedanglarang, sabada burak Pajajaran. Kalimat tersebut memberikan pengertian, Geusan Ulun menjadi raja yang berdaulat penuh sesudah runtuhnya Pajajaran.

      Sedangkan yang menjadi sumber ketiga, sebuah disertasi yang dibuat Prof Dr Husein Djajadiningrat berjudul Critische Beschousing wan Sejarah Banten yang menyelidiki tentang Banten. Didalamnya menyebutkan tentara Islam masuk ke Ibu Kota Pajajaran pada 1579 atau Ahad 1 Muharam tahun Alif.

      Dari ketiga sumber itu, didapat tanggal dan tahun, 14 Syafar 1579 Masehi. Diskusi penggali sejarah untuk menetapkan hari jadi Sumedang pada tahun 1974 yang dihadiri tokoh sejarah antara lain Drs Said Raksakusumah, Drs Amir Sutarga, Drs Atja dan Drs A Gufroni menyimpulkan 14 Syafar tahun Jim akhir bertepatan dengan 1578 Masehi bukan tahun 1579.

      Alasanya, Pajajaran runtuh sebelum adanya serangan gabungan atau tentara Islam dari Banten, melainkan akibat adanya pertentangan ideologi dalam lingkungan keluarga keraton. Pajajaran runtuh pada 14 Syafar tahun jim akhir, sama dengan 22 Aprul 1578.

      Ketika Pajajaran runtuh, pemegang tampuk pemerintahan di Sumedanglarang pangeran Kusumahdinata yang kemudian digantikan  putranya Pangeran Angkawijaya alias Pangeran Kusumahdinata II yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Prabu Geusan Ulun. Pangeran Angkawijaya dilahirkan 3 Sukrapaksasrawamummasa 1480 Caka atau 3 Dzulkaidah 965 H Bertepatan dengan 20 Juli 1558 M.

      Ibunya bernama Nyimas Ratu Dewi Inten Dewata atau dikenal Ratu Putjuk Umum yang makammnya di Pasarean Gede. Geusan  Ulun dinobatkan jadi raja 1578 menggantikan ayahnya dan dikukuhkan 13 Angklapaksa Asyiyimasa 1502 Caka atau 10 dzulkaidah 998 H atau 18 November 1580.

      Penobatan kembali dilakukan hampir seluruh rakyat Pajajaran, setelah kerajaan tersebut runtuh karena serangan tentara Islam yang dipimpin Sultan Maulana Yusuf daribanten. Geusan Ulun sebenarnya gelar yang diberikan rakyat Pajajaran, Geusan artinya tempat, Ulun berarti bernaung atau mengabdi.

      Penobatannya itu ditandai dengan diserahkannya mahkota kebesaran “Binokasih” yang terbuat dari emas bertahtahkan intan berlian pemberian Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Mahkota diserahkan oleh empat Kandagalante atau panglima perang yaitu Mbah Jayaperkosa (Sanghiyang Hawu), Mbah Nanganan (Batara Wiyatiwiradijaya), Mbah Terongpeot (Batara Pancarbuana) dan Mbah Kondanghapa. ***

     

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.